Proyek EBT Diklaim Bisa Nambah 3 Juta Lapangan Kerja

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
28 May 2021 18:25
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). (CNBC Indonesia/ Andrean Krtistianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Institute for Essential Services Reform (IESR) menyebut transisi energi ke Energi Baru Terbarukan (EBT) akan berdampak langsung pada terciptanya lapangan kerja baru.

Berdasarkan rilis peta jalan menuju nol emisi pada tahun 2050 yang disampaikan IESR secara daring, Jumat (28/05/2021), akan ada sekitar 800 ribu pekerjaan baru pada 2030.

Bahkan, Direktur Eksekutif IESR Fabby Tumiwa mengatakan lapangan kerja yang tercipta dari proyek energi terbarukan bisa mencapai sekitar 3,2 juta  pada 2050 mendatang.


"Dengan dekarbonisasi, kita bisa ciptakan lapangan kerja 3 juta orang, jauh lebih tinggi dari lapangan kerja yang hilang dari energi kotor ke energi bersih," papar Fabby, Jumat (28/05/2021).

Dia mengatakan, dalam satu dekade ke depan menjadi masa yang penting dalam mencapai netral karbon di 2050. Pemakaian energi kotor perlu mencapai puncaknya pada 2030, lalu ditargetkan turun secara bertahap sampai 2050.

"Harus menaikkan EBT, harus ditambah jauh lebih besar dari penambahan beberapa tahun terakhir 300-400 mega watt (MW)," tegasnya.

Peningkatan kapasitas energi terbarukan harus didorong 10 Giga Watt (GW) per tahun. Selanjutnya, harus segera diambil keputusan moratorium pembangkit listrik batu bara, seperti tidak lagi menambah pembangkit batu bara mulai tahun 2025.

"Pertanyaannya, apakah ini mungkin dilakukan menaikkan kapasitas EBT lebih dari 10 GW per tahun? Dari pengalaman tetangga seperti Vietnam, mereka bisa (bertambah) lebih dari 10 GW (per tahun)," ungkapnya.

Fabby menegaskan, berdasarkan laporan ini, target tersebut bisa dicapai, baik secara teknis dan ekonomis.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading