Round Up Berita

Ini Rencana RI Pensiunkan PLTU, dari Titah Jokowi, Luhut-PLN

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
28 May 2021 09:25
PT Indonesia Power melalui Unit Pembangkitan (UP) Suralaya menegaskan jika Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) ini tidak menyumbang polusi untuk Jakarta. (CNBC Indonesia/Nia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengharamkan usulan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) baru dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) tahun 2021-2030.

Akan tetapi, untuk rencana pembangunan PLTU yang sudah terlanjur memasuki tahap kepastian pendanaan (financial closing) atau proses konstruksi masih tetap bisa dilanjutkan. Setelah itu, pembangunan pembangkit listrik akan difokuskan untuk energi baru terbarukan (EBT).

Rida Mulyana, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (Gatrik) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengatakan arahan Presiden Jokowi tersebut terlontar dalam Rapat Terbatas 11 Mei 2021 lalu.


Untuk mengikuti arahan tersebut, maka di dalam RUPTL tahun 2021-2030 yang tengah disusun saat ini, usulan pembangunan PLTU baru akan ditiadakan.

"Kalaupun ada proyek-proyek di RUPTL, itu berarti meneruskan yang sudah terlanjur ada, dan berstatus konstruksi dan minimal financial close," paparnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (27/05/2021).

Menurutnya, porsi pembangkit EBT pada RUPTL 2021-2030 juga akan meningkat dibandingkan dengan RUPTL 2019-2028. Di dalam RUPTL 2019-2028 yang saat ini berlaku, porsi pembangkit EBT sebesar 30% dan pembangkit fosil 70%.

Porsi ini menurutnya akan diubah menjadi 48% pembangkit EBT dan 52% pembangkit fosil dalam RUPTL 2021-2030 yang tengah disusun.

"Sekarang susun RUPTL yang lebih hijau dengan porsi pembangkit 48% EBT dan 52% fosil. Besok porsi EBT jadi lebih besar dengan bangga dan rendah hati RUPTL ini lebih hijau, pro lingkungan," jelasnya.

Sampai dengan tahun 2025 mendatang pemerintah memiliki target bauran EBT sebesar 23%. Di sektor kelistrikan menurutnya ada beberapa upaya yang dilakukan untuk mengejar target tersebut.

Pertama, mendahulukan pembangkit EBT yang paling murah sehingga tidak terlalu berpengaruh pada Biaya Pokok Penyediaan (BPP). Kedua, mendorong pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

"Teknologi makin mature, berkembang maka akan manfaatkan lebih masif dengan memanfaatkan luas permukaan air," tuturnya.

Ketiga, PLTU Cofiring didorong dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Keempat, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dievaluasi agar target mulai beroperasi (Commercial Operation Date/COD) lebih realistis.

"Program dedieselisasi dengan pembangkit EBT pembangkit yang tersebar di pelosok nusantara, 5.200 unit ada 2 Giga Watt kecil-kecil memang tapi ini dampak ke BPP, kita konversi ke pembangkit EBT," ungkapnya.

HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading