Pak Anies, Anda Dapat Ponten E dari Kemenkes Terkait Covid-19

News - Muhammad Iqbal, CNBC Indonesia
28 May 2021 06:11
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengikuti upacara pelantikan menteri dan wakil menteri Kabinet Indonesia Maju di di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/12/2020). Presiden melantik lima wakil menteri Kabinet Indonesia Maju sisa periode jabatan 2019-2024 yakni Pahala Mansury sebagai Wakil Menteri BUMN, Letjen TNI Muhammad Herindra sebagai Wakil Menteri Pertahanan, Edward Omar Sharif Hiariej sebagai Wakil Menteri Hukum dan HAM, Dante Saksono Harbuwono sebagai Wakil Menteri Kesehatan dan Harvick Hasnul Qolby sebagai Wakil Menteri Pertanian. (BPMI Setpres/Muchlis Jr)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menghadiri rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di ruang rapat Komisi IX DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/5/2021).

Dalam rapat itu, Dante mengungkapkan update soal kesiapan pemerintah merespons prediksi lonjakan kasus harian Covid-19 pascalebaran. Salah satu aspek yang menjadi sorotan adalah kondisi bed occupancy rate (BOR) di seluruh Indonesia.




"BOR rata-rata seluruh Indonesia masih punya kapasitas yang terbatas, BOR perlu terus dimonitor dengan ketat. Kami mengadakan rapat secara continue dengan RS vertikal atau RS nonvertikal untuk dapat data-data spesifik tentang BOR. Kami menyediakan persiapan untuk BOR yang lebih meningkat lagi kalau terjadi lonjakan kasus di beberapa saat ke depan," kata Dante.

Ia menyatakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah mendata tiap daerah terkait kondisi BOR hingga pelayanan kesehatan selama pandemi. Salah satu yang disorot, yakni kondisi di DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan yang mendapat penilaian kategori E.



"Atas rekomendasi kami buat matrix tadi ada beberapa daerah yang mengalami masuk kategori D dan ada yang masuk kategori E seperti Jakarta. Tapi ada juga yang masih di C artinya tidak terlalu BOR dan pengendalian provinsinya masih baik," ujar Dante.

Dalam rapat itu dipaparkan wilayah-wilayah yang diberi penilaian soal pengendalian Covid-19. Tidak ada wilayah yang mendapat penilaian A ataupun B. Dari 34 Provinsi di RI, hanya DKI Jakarta yang diberi nilai E. Sementara ada 10 provinsi yang diberi nilai C, sisanya mendapat nilai D.

Dante menyebut DKI Jakarta berada pada kondisi tidak terkendali dengan kapasitas keterisian tempat tidur. Selain itu, DKI Jakarta disebut tidak terlalu baik dalam melakukan tracing kasus. Data kualitas pengendalian Covid-19 di 34 provinsi itu tercatat dari 16 hingga 22 Mei 2021.

"Begitu juga kualitas pelayanan. Atas rekomendasi tersebut maka kami perlihatkan masih banyak yang masih dalam kondisi kendali kecuali di DKI Jakarta ini kapasitasnya E karena di Jakarta BOR sudah mulai meningkat dan juga kasus tracing-nya tidak terlalu baik," kata Dante.

Berita selengkapnya >>> Klik di sini

Reaksi Pemprov DKI Jakarta
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading