Di Depan Investor, Bos BI: 5 Tahun Lagi RI Jadi Negara Hebat!

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
27 May 2021 17:45
Perry Warjiyo, Bank Indonensia. (Tangkapan layar Youtube Bank Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengajak investor di berbagai belahan dunia untuk berinvestasi di Indonesia. Ada tiga alasan, yang menurut Perry yang bisa membuat investor tertarik berinvestasi di Indonesia.

Alasan pertama, kata Perry yakni Indonesia saat ini sudah mulai pulih dari pandemi Covid-19 dan sudah berada di jalur pemulihan pertumbuhan. Tahun ini, secara full year BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi tumbuh 4,1% sampai 5,1%.

"Setelah terjadi kontraksi negatif tahun lalu, dan kontraksi kita lebih kecil dari negara lain. Dari mana datangnya pertumbuhan ini? kinerja ekspor yang sangat kuat, investasi meningkat dan didukung konsumsi swasta dan berlanjutnya stimulus moneter dan fiskal," jelas Perry dalam Indonesia Investment Forum 2021 secara virtual, Kamis (27/5/2021).


Terlebih, kata Perry saat ini stabilitas makroekonomi semuanya terkendali, mulai dari inflasi dan nilai tukar. Pertumbuhan pada kuartal II-2021 bahkan kata dia ditargetkan bisa mencapai 7%.

"Saya pikir selama lima tahun ke depan kami akan menjadi hebat," kata Perry penuh keyakinan.

Alasan kedua, kata Perry yakni koordinasi kebijakan yang kuat antara Bank Indonesia dan pemerintah Indonesia. Perry menceritakan, bagaimana pihaknya dari hari ke hari melakukan koordinasi erat bersama pemerintah.

"Jadi nomor dua, koordinasi kebijakan yang sangat kuat. Itulah rekam jejak Indonesia di masa lalu, kami menunjukkan ketangguhan kami di bawah kesulitan, tangan kami saling erat erat dan kami berhasil mengelola dengan sukses," jelasnya.

Alasan ketiga, kata Perry adalah tumbuhnya digitalisasi perekonomian di tanah air. Dari catatannya, pertumbuhan ekonomi digital pada e-commerce meningkat 39% selama pandemi Covid-19 atau mencapai sekitar US$ 25 miliar.

Kemudian uang elektronik tumbuh sekitar 32% atau mencapai US$ 18 miliar, dan perbankan digital tumbuh sekitar 22% atau mencapai US$ 2,2 triliun. "Bukan rupiah, tapi dollar," jelasnya.

"Ketiga alasan tersebut, yang membuat anda harus berinvestasi di Indonesia. Lalu tunggu apa lagi?," kata Perry melanjutkan.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading