Warga New York Mulai Party Lagi, AS Menuju Hidup Normal?

News - Ratu Rina, CNBC Indonesia
23 May 2021 15:15
FILE - This March 20, 2020 file photo, shows a screen displaying messages concerning COVID-19, right, in a sparsely populated Times Square in New York. COVID-19 has shaken theater fans and shuttered all New York City's venues, including Broadway, which grossed $1.8 billion last season and attracted a record 15 million people. How Broadway — one the city's jewels — will reopen is still not clear. (AP Photo/John Minchillo, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar gembira bagi warga New York, AS. Sekarang dapat menikmati kota setelah 14 bulan lamanya menerapkan lockdown, karena sebagian besar pembatasan wilayah telah dicabut. Saat bersamaan AS juga membolehkan warga melepas masker bagi mereka yang sudah divaksin 2 kali.

Namun, banyak dari mereka yang masih hati-hati dan terbiasa beradaptasi dengan kondisi seperti pada awal pandemi Covid-19. Selain itu, mereka juga masih ragu-ragu untuk berpesta dan kembali ke kehidupan sosial yang selalu mereka nikmati "sebelumnya".

Yesenia Herra, 33, yang biasanya menyelenggarakan makan malam dan acara khusus untuk turis yang "suka pergi keluar," pada akhir pekan lalu akhirnya mengadakan pesta pertamanya sejak Maret 2020, mengundang sekitar dua puluh teman dan keluarga untuk merayakan ulang tahun pertama putrinya.


Demi keselamatan para tamunya, yang hampir semuanya telah selesai divaksin, ia mengatur acara kumpul-kumpul di luar ruangan di Central Park, dengan meja dan kursi lipat, balon diikat ke dahan pohon, dan makanan yang cukup.

"Saya tidak merayakan atau menyelenggarakan baby shower. Saya tidak melakukan perayaan di rumah ketika kami keluar dari rumah sakit karena pandemi," katanya kepada AFP, Minggu (23/5).

"Dan ini adalah perayaan pertama saya untuknya dan saya benar-benar ingin melakukannya dengan keluarga dan teman-teman saya, saya tahu dia mungkin tidak mengingatnya tetapi saya ingin dia tahu bahwa ini memang terjadi," katanya.

Sementara tamunya tampak senang bisa bersama, banyak yang mengatakan bahwa mereka belum ingin mengundang orang ke rumah mereka - kecuali teman dekat yang mereka yakin telah divaksinasi.

"Saya tidak tahu apakah kami akan pernah kembali nyaman dengan itu ... tidak dalam waktu dekat," kata Merry Mathes, 58.

Sementara itu Marcus, seorang paralegal berusia 25 tahun yang divaksinasi, sedang berpesta bersama belasan teman, dengan menghadirkan DJ bayaran. Dia hanya menghadiri dua pesta sejak Maret 2020, keduanya di luar ruangan: satu, yang dibatasi untuk 10 orang, untuk pernikahan sahabatnya, dan yang lainnya di Central Park pada awal Mei.

"Saya belum siap untuk pesta yang diselenggarakan di dalam ruangan, tapi mungkin di musim gugur," ujarnya.

Bagaimana jika kembali normal?

Lemuel Rodrigues, manajer toko pesta di Manhattan mengatakan bahwa bisnis sedang naik sejak minggu lalu.

"Kebanyakan orang melakukannya di rumah, atau di taman, dengan anggota keluarga lain yang mereka kenal," ungkapnya.

Meskipun bisnisnya masih menganggur, ia mengapresiasi kehati-hatian pelanggannya yang terus berlanjut: Meskipun 60 persen populasi orang dewasa di kota telah menerima setidaknya satu dosis vaksin, banyak warga New York yang terus memakai masker di jalan, meskipun peraturan itu dicabut pada akhir April.

"Banyak orang hanya ingin kembali normal dengan sangat cepat. Dan kami lebih enggan di sini. Bisakah Anda bayangkan jika ini mulai muncul lagi?" paparnya.

Di sisi lain, kehati-hatian seperti itu telah mendorong bisnis Amanda Orso, yang menyelenggarakan pesta skala kecil, biasanya di rumah. Dalam beberapa minggu terakhir, dia telah diminta untuk mengadakan beberapa pertemuan kecil oleh orang-orang yang ingin merayakan "baru saja divaksinasi" - dengan beberapa tren saat pandemi, seperti minuman yang disajikan dengan jarum suntik.

Laurence Anthony, 36, seorang pembicara motivasi dan penulis, adalah yang pertama, pada April yang meminta jasanya: Setelah lebih dari satu tahun menahan diri, dia mengundang 10 orang, semua telah divaksinasi, untuk makan siang di apartemen Harlem miliknya untuk merayakannya kekebalan barunya.

"Ini semacam kesempatan untuk merefleksikan dan mengakui ... pentingnya hubungan" setelah pandemi, jelasnya.

Pada pertengahan Mei, dia pergi ke pesta yang diadakan dalam ruangan dengan tamu sekitar 50 orang. Pertemuan itu begitu dekat dengan "normal" lama sehingga "seminggu kemudian kami masih membicarakannya, dan betapa berbedanya rasanya berada di pesta biasa." kata Anthony.

Di New York bar dan restoran diizinkan buka dengan kapasitas penuh sejak Rabu. Namun, pesta besar di New York bisa kembali lagi?

Menurut Marcy Blum, penyelenggara pesta dan pernikahan untuk pelanggan kaya, meski tempat resepsi besar tidak dibuka kembali sebelum September, orderannya sudah penuh hingga April 2022.

Telepon mulai berdering sebulan lalu, ketika sudah jelas kami semua akan memiliki akses ke vaksin.

"Semuanya seperti keluar dari kandang sekaligus," tambahnya,

Dia mencatat orang-orang yang telah menunda pernikahan mereka sekarang kembali menjadwalkannya.

"Orang-orang masih berhati-hati... semua orang masih menginginkan tempat di luar ruangan atau memasang tenda,"

Met Gala, salah satu acara sosial paling populer di dunia, kemungkinan besar akan menjadi bukti pemulihan ini. Kegiatan ini biasanya diadakan pada bulan Mei dan dibatalkan pada tahun 2020, dijadwalkan berlangsung pada 13 September 2021.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading