Denuklirisasi Korut, Biden Tolak Gunakan Cara Donald Trump

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
22 May 2021 20:40
President Joe Biden speaks about a cease-fire between Israel and Hamas, in the Cross Hall of the White House, Thursday, May 20, 2021, in Washington. (AP Photo/Evan Vucci)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan tidak akan menggunakan cara Donald Trump untuk mencapai denuklirisasi total Korea Utara (Korut). Hal ini disampaikannya dalam konferensi pers dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.

"Jika ada suatu komitmen yang sama dengan kami, saya mau bertemu dengan Kim Jong Un. Komitmen itu adanya diskusi tentang persenjataan nuklir," kata Joe Biden, mengutip CNBC International, Sabtu (22/5/2021).

"Saya tidak akan lakukan apa yang dilakukan presiden sebelumnya, dan memberikan legitimasi, dan memberikan apa yang memungkinkan dia untuk bergerak ke arah serius tentang apa yang sama sekali dia tidak seriusi ," tambahnya.

Sebelummya, Trump menempuh cara diplomasi untuk program denuklirisasi Korut. Trump dan Kim Jong-un tiga kali mengadakan pertemuan penting. Satu kali di Singapura pada Juni 2018, Hanoi pada bulan Februari dan terakhir di bulan Juni 2019.

Selama pertemuan ketiga, Trump menjadi presiden AS pertama yang menginjakkan kaki di Korea Utara.

Ketiga pertemuan Trump dan Kim seolah-olah berfokus pada denuklirisasi. Tapi alih-alih mengurangi persediaan nuklir, Kim Jong-un menggandakan persenjataan nuklir negaranya selama empat tahun Trump menjadi presiden.

Biden dan Moon Jae-in berjanji untuk bekerja sama melanjutkan upaya denuklirisasi Korea Utara. Salah satu bagian prosesnya Biden mengumumkan duta besar Sung Kim akan menjadi utusan khusus Amerika Serikat untuk Korea Utara.

Sebagai informasi, Sung Kim seorang diplomat dan mantan duta besar untuk Korea Selatan. Dia baru-baru ini dinominasikan untuk menjadi asisten Menteri Luar Negeri untuk urusan Asia Timur dan Pasifik.

Topik lainya, selama pertemuan Biden dan Moon Jae-in adalah tanggapan berkelanjutan negara mereka terhadap Covid - 19. Korea Selatan saat ini sedang mengalami kekurangan vaksin Covid - 19.

Sekitar 7% orang Korea Selatan telah menerima suntikan pertama menurut data Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea. Sementara Amerika sudah lebih dari 48% orang menerima suntikan pertama, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat.


Selama konferensi pers, Moon Jae-in dan Biden mengumumkan Amerika Serikat akan memberikan 550 ribu dosis vaksin Covid - 19 ke Korea.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading