Batam Teriak Krisis Vaksin untuk Pekerja, Jokowi Buka Suara!

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
19 May 2021 17:15
Presiden Joko Widodo Melakukan Peninjauan Vaksinasi Covid-19 di PT. Bintan Inti Industrial Estate, Kab. Bintan, 19 Mei 2021. (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada hari ini meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di kawasan PT Bintan Inti Industrial, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

Kunjungan kepala negara ke wilayah ini tak lepas dari fakta bahwa Kepulauan Riau dalam beberapa waktu terakhir menjadi salah satu daerah dengan peningkatan kasus Covid-19 terbesar.

Program vaksinasi sendiri dilakukan di 67 titik lokasi yang tersebar di Kepulauan Riau, dengan total masyarakat yang mendapatkan suntikan vaksin hari ini mencapai 15.500 orang.


Dalam kesempatan tersebut, Jokowi sempat berbincang dengan sejumlah perwakilan pelaksanaan vaksinasi. Salah satunya, dengan Sekretaris Daerah Kota Batam Jefridin Hamid.

Di depan Jokowi melalui video conference, Jefridin menyampaikan kendala utama pelaksanaan vaksinasi di Kota Batam yakni kurangnya ketersediaan vaksin untuk para pekerja industri.

"Kami berharap untuk diprioritaskan penyediaan vaksin atau vaksin gotong royong yang pembiayaannya dibebankan kepada badan hukum atau badan usaha," kata Jefridin, Rabu (19/5/2021).

Jefridin menekankan vaksinasi bagi para pekerja di wilayah Batam saat ini benar-benar dibutuhkan agar para pekerja bisa tetap produktif selama masa pandemi. Terlebih, perekonomian Batam digerakkan oleh kawasan industri.

"Kota Batam memiliki jumlah tenaga kerja tahun 2020 berjumlah 392.819 orang. Untuk tenaga kerja asing saat ini di Batam 6.573 orang. Sehingga total tenaga kerja di Kota Batam baik lokal dan asing mencapai 399.392 orang," katanya

Mendengar kendala tersebut, Jokowi mengakui bahwa pengadaan vaksin Gotong Royong saat ini masih terkendala dari sisi suplai. Namun, pemerintah memastikan akan memprioritaskan vaksinasi bagi pekerja industri.

"Target kita [pengadaan vaksin Gotong Royong] 30 juta, dapat vaksin, tapi baru masuk ke negara kita baru 420 ribu. Masih kecil sekali ini jadi rebutan. Tapi nanti saya nanti akan berikan prioritas untuk Batam utamanya untuk industri," tegasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jokowi: Kalau Vaksin Habis, Telepon Pak Menkes


(cha/cha)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading