Internasional

Ada Apa AS? Biden Blokir DK PBB soal Damai Israel-Palestina

News - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
18 May 2021 06:45
A Muslim worshipper wears a Hamas flag during a protest against Israeli airstrikes on the Gaza Strip following Friday prayers at the Dome of the Rock Mosque in the Al-Aqsa Mosque compound in the Old City of Jerusalem, Friday, May 14, 2021. (AP Photo/Mahmoud Illean)

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) dikabarkan memblokir pernyataan bersama Dewan Keamanan PBB yang menyerukan penghentian kekerasan Israel-Palestina. Ini merupakan ketiga kalinya hal serupa dilakukan Negeri Presiden Joe Biden.

Hal tersebut, memicu pertemuan tertutup baru yang rencananya digelar kembali Selasa (18/5/2021) ini. "AS mengindikasikan mereka tidak dapat mendukung pernyataan tersebut," kata seorang diplomat dilaporkan AFP.


Pernyataan bersama DK PBB tersebut dirancang China, Tunisia dan Norwegia. Naskah sudah diserahkan sejak minggu malam untuk disetujui di rapat tertutup yang dilakukan 15 anggota DK, Senin.

Langkah AS terjadi saat jet Israel terus menghantam jalur Gaza. Jumlah korban tewas dari kekerasan yang berlangsung seminggu itu telah melampaui 200 orang.

DK PBB telah total tiga kali melakukan rapat membahas 'perang' Israel-Palestina sejak 10 Mei. Namun semuanya tanpa hasil di mana AS, sekutu dekat Israel, dituding menghalangi upaya DK yang lain.

Secara rinci teks terbaru DK yang dianulir AS menyerukan penurunan ketegangan, penghentian kekerasan dan penghormatan pada hukum humaniter internasional. Termasuk perlindungan warga sipil termasuk anak-anak.

Pernyataan itu menyuarakan keprihatinan besar pada apa yang terjadi di Gaza. Termasuk keprihatinan amat serius pada penggusuran keluarga Palestina dari rumah mereka di Yerusalem Timur karena tindakan sepihak Israel yang mungkin akan makin meningkatkan ketegangan di masa depan.

Rancangan naskah juga menyuarakan dukungan untuk solusi dama dua negara. Di mana harus ada negosiasi yang memungkinkan Israel dan Palestina hidup berdampingan dengan damai dalam perbatasan yang aman dan diakui.

Sementara itu, adiminstrasi Biden bersikeras menyebut mereka tengah bekerja di belakang layar untuk menyelesaikan konflik. Termasuk dengan mengutus diplomat penting ke wilayah itu.

"Kami tidak menghalangi diplomasi," kata Biden menekankan.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading