Eling lan Waspodo! Jateng Rawan Penularan Covid, Ojo Mulih Yo

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
13 May 2021 20:40
Kemacetan di pos penyekatan, Jalur Pantura Kedung Waringin, perbatasan Kabupaten Bekasi-Karawang, Senin (10/5/2021).  Dari data yang didpat dari jam 8.00 wib hingga 15.00 wib sebayak 512 kendaraan yang telah diputar balik.  (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jawa Tengah adalah salah satu wilayah tujuan mudik utama di Indonesia. Ini perlu diwaspadai, karena perkembangan pandemi virus corona di provinsi pimpinan Gubernur Ganjar Pranowo itu agak mengkhawatirkan.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, sekitar 18 juta orang berencana mudik tahun ini meski ada penyekatan di berbagai titik. Dari jumlah tersebut, lebih dari 30% mengaku Jawa Tengah adalah wilayah tujuan mereka.

Jawa Tengah adalah wilayah yang cukup rentan penyebaran virus corona. Kementerian Kesehatan mencatat, jumlah pasien positif corona di provinsi tersebut per 9 Mei 2021 adalah 187.221 orang. Bertambah 138 orang (0,07%) dibandingkan sehari sebelumnya.


Dalam 14 hari terakhir, rata-rata pasien positif bertambah 370 orang per hari. Sementara pertumbuhan kasus adalah 0,2% per hari.

Namun yang mencemaskan adalah data tingkat reproduksi efektif atau Rt. Jika angka Rt lebih dari 1, artinya seorang pasien positif berisiko menulari orang lain sehingga rantau penularan semakin panjang.

Mengutip catatan Bonza, angka Rt Jateng per 13 Mei 2021 pukul 18:43 WIB adalah 1,11. Ini adalah yang tertinggi di antara seluruh provinsi di Tanah Air.

Risiko penularan virus corona di Jawa Tengah masih lumayan tinggi. Oleh karena itu, tidak mulih untuk sementara adalah jalan terbaik untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang tercinta di kampung halaman. Rindu memang sangat berat untuk ditahan, tetapi ya mau bagaimana lagi...

Halaman Selanjutnya --> Mudik Bisa Bikin Kasus Corona Melonjak

Mudik Bisa Bikin Kasus Corona Melonjak
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading