Arus Balik, Pemerintah Optimalkan Tes Covid-19 Acak

News - dob, CNBC Indonesia
12 May 2021 17:40
kemacetan di pos penyekatan, Jalur Pantura Kedung Waringin, perbatasan Kabupaten Bekasi-Karawang, Senin (10/5/2021).  Dari data yang didpat dari jam 8.00 wib hingga 15.00 wib sebayak 512 kendaraan yang telah diputar balik.  (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia- Mobilisasi massa yang sifatnya masif dan dilakukan dalam kurun waktu bersamaan punya potensi sebagai tempat penularan dan lonjakan kasus COVID-19. Hal itu sudah beberapa kali dialami Indonesia dan sudah beberapa kali pula sudah diingatkan pemerintah agar selalu hati-hari saat memasuki libur panjang dan perjalanan.

"Kami selalu berharap masyarakat bisa mengerti ya," kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati dalam Serba-Serbi COVID-19 Kenapa Baiknya #TidakMudik ?, Selasa (11/5).

Sayangnya sudah dilarang, kata Adita, masih saja banyak masyarakat yang memaksa untuk mudik. Pihaknya mencatat, khusus untuk kendaraan pribadi dan sepeda motor sudah lebih 138 ribu kendaraan per hari keluar DKI Jakarta. Itu sebagian juga sudah diminta putar balik lagi


"Masih ada beberapa hari lagi peniadaan mudik. Mudah-mudahan masih bisa menahan diri untuk tidak mudik," ujarnya.

Dia menekankan, dalam melaksanakan aturan peniadaan mudik pemerintah tetap mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif. Sehingga ketika terjadi penumpukan yang sulit dikendalikan, kepolisian melakukan diskresi. Dengan harapan, di titik selanjutnya bisa dilakukan penyekatan. Karena penyekatan memang berlapis.

Untuk mengantisipasi dampak negatifnya, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah. Salah satunya dengan memperbanyak tes acak atau random testing Covid-19 kepada para pemudik.

"Kita juga akan melakukan random testing, sebagai upaya meminimalisasi potensi penularan di kampung halaman," ujarnya.

Kalau pun yang sudah sampai di kampung halaman, Adita meminta masyarakat melakukan karantina dan melakukan protokol kesehatan. Kalau bisa melakukan tes antigen mandiri. Jangan sampai pemudik membawa virus dan membahayakan keluarga yang ada di kampung halaman.

"Karena belum tentu daerah tersebut memiliki fasilitas kesehatan yang mencukupi. Indonesia ini luas sekali, bisa jadi daerah satu dengan yang lain fasilitas kesehatannya tidak sama," ujar Adita.

Dia menambahkan, pihaknya juga telah melakukan kajian untuk memprediksi arus balik yakni H+3 dan H+7 Lebaran. Untuk mengantisipasi arus balik, Kementerian Perhubungan juga mengusulkan khusus untuk sepeda motor dan kendaraan pribadi untuk dilakukan random testing yang lebih banyak secara volume maupun titik-titik pengetesan. Dengan begitu, Adita berharap, ketika pemudik kembali ke Jakarta penyebaran COVID-19 bisa diminimalisasi.

"Ini memang jadi tantangan tersendiri, karena daerah yang dilewati ini akses terhadap alat tes dan ketersediaan infrastruktur kesehatannya mungkin tidak sama," kata Adita.

Dalam kesempatan yang sama, Tim Koordinator Relawan Edukator COVID-19 dr. Fajri Adda'i mengatakan, saat ini seluruh negara di dunia tengah mengalami pandemi, tidak hanya Indonesia. Dan semua mengalami kecenderungan naik lagi angka penularannya.

"Penyebabnya adalah adanya perpindahan masyarakat dengan besar pada waktu yang bersamaan, seperti yang terjadi di India," ujar dr. Fajri.

Peningkatan angka ini harusnya menjadi narasi kewaspadaan bagi semua pihaknya. Menurut dr. Fajri yang harus dipahami adalah pemerintah telah mengupayakan yang terbaik tetapi tidak akan berarti apa-apa tanpa dukungan masyarakat. Ini adalah kerja sama.semua pihak untuk bergandeng tangan melawan pandemi.

dr. Fajri pun mencontohkan negara yang berhasil menghadapi pandemi dengan kedisiplinan. Di Samping vaksinasi, pelaksanaan protokol kesehatan yang baik jadi kunci. "Ada Selandia Baru, Australia, dan Taiwan bisa menghadapi pandemi dengan kedisiplinan menerapkan protokol Kesehatan," kata dr. Fajri.

Anggota Sub Bidang Mitigasi Satgas Penanganan Covid-19 dokter Falla Adinda terus mengingatkan soal adaptasi kebiasaan baru. Bahwa ada yang harus dilakukan, disipilin menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, jauhi kerumunan dan batasi mobilitas. "Sayangnya, dua yang terakhir sering dilupakan," katanya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading