Fakta-Fakta Vaksin Gotong Royong, Ternyata Ini Skenarionya

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
11 May 2021 15:40
Infografis/ Harga Capai 1 Juta, Vaksinasi Gotong Royong Dimula Bulan Mei/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Kebijakan vaksinasi mandiri atau yang disebut vaksin gotong royong saat ini sudah di depan mata. Sekadar kilas balik tepatnya pada Januari 2021 ini vaksinasi mandiri ini diusulkan oleh pengusaha untuk mempercepat tercapainya kekebalan masal terhadap virus Covid - 19.

Kadin sepakat kalau dunia usaha ingin cepat pergerakan bisnis kembali normal. Salah satu kuncinya adalah vaksinasi sebagai penangkal virus supaya tidak ada lagi pembatasan bisnis.

Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI jakarta, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta, Sarman Simanjorang mengatakan vaksinasi mandiri yang dilakukan swasta perlu dipertimbangkan pemerintah. Khususnya pengusaha yang punya kemampuan.


"Bagi dunia usaha yang punya kemampuan ... vaksinasi mandiri untuk karyawan kenapa tidak, ini kan mempercepat proses vaksinasi juga," kata Sarman kepada CNBC Indonesia kala itu.

Ketua Umum Kadin, Rosan Roeslani juga membenarkan kalau usulan ini berasal dari Kadin. Usulan itu sudah diberikan pada pemerintah yang berasal dari dirinya.

"Usulan itu dari saya saja," katanya kepada CNBC Indonesia, Rabu (13/1/2021).

Sebulan berjalan akhirnya pada bulan Februari Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin resmi mengizinkan perusahaan swasta menyuntikkan vaksin Covid - 19 secara mandiri. Dimana pengadaan vaksin program ini menunjuk PT Kimia Farma Tbk.

Selain itu, ditegaskan pula vaksinasi mandiri untuk karyawan tidak akan dipungut biaya ke pekerja. Ini mandatori dari pemerintah melalui Permenkes Nomor 10 Tahun 2021.

"Karyawan/karyawati, keluarga dan individu lain terkait dalam keluarga penerima vaksin Covid - 19 dalam pelayanan vaksinasi gotong royong sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tidak dipungut bayaran/gratis," tulis aturan itu dalam pasal 3 ayat 5.

Tak Gentar bayarin vaksin pekerja, Pengusaha berbondong-bondong untuk mendaftarkan di Kadin untuk mendapat pasokan vaksin untuk internal perusahaan. per 10 April 2021 tercatat sudah 17.387 perusahaan yang mendaftar dimana ada 8,6 juta orang yang akan divaksin.

Mulai 17 Mei 2021

Pemerintah memastikan pelaksanaan program vaksinasi mandiri/gotong royong dimulai setelah lebaran. Hal ini dipastikan langsung oleh Koordinator Komunikasi Publik Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Arya Sinulingga

"Pertama saya coba luruskan, bukan tanggal 9 Mei tapi tanggal 17 Mei, setelah lebaran baru ada vaksinasi gotong royong dilakukan," kata Arya di kalan youtube FMB9_IKP, Kamis (6/5/2021).

Harga Vaksin Rp 500 Ribu Per Dosis

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan biaya untuk vaksin gotong royong/mandiri sebesar Rp 500 ribu. Vaksin dilakukan dengan dua kali penyuntikan, sehingga perusahaan harus mengalokasikan budget Rp 1 juta per orang untuk divaksin.

"Harga vaksin Rp 375 ribu per dosis, penyuntikan Rp 125 ribu, sehingga total Rp 500 ribu," kata Airlangga dalam konferensi pers, Senin (10/4/2021).

Vaksin yang Dipakai Sinopharm & Sputnik

Untuk tahap awal ini vaksin yang digunakan adalah Sinopharm yang juga sudah mendapat izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kepala BPOM Penny Lukito menjelaskan vaksin ini sudah lolos evaluasi keseluruhan mutu produksi.

"Berdasarkan evaluasi secara keseluruhan data mutu, produksi dari studi disimpulkan pemberian vaksin SARS CoV-2, inactivated Sinopharm dua dosis selang penyuntikan 21 hari hingga 28 hari di toleransi dengan baik, respons untuk meningkatkan imun dengan baik," ujar Penny Lukito.

Sementara vaksin Sputnik asal Rusia masih menunggu izin penggunaan EUA dari BPOM. Tapi Ketua Kadin Rosan Roeslani menegaskan vaksin yang akan digunakan adalah dua jenis.

"Vaksin yang akan digunakan adalah Sinopharm dan Sputnik V. Sementara penyelenggaraan vaksinasi diharapkan akan dilakukan minggu ketiga Mei 2021," ujar Ketua Kadin Rosan P Roeslani dalam keterangan resmi, Selasa (20/4/2021).


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading