Klaster Baru Corona Terus Bermunculan di Singapura, Ada Apa?

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
10 May 2021 19:07
The Merlion statue in Singapore. (FILE PHOTO: Reuters/Edgar Su)

Jakarta, CNBC Indonesia - Klaster kasus Covid-19 kembali muncul di Singapura. Sejak pekan lalu hingga kemarin, muncul klaster Bandara Changi Singapura. Ditemukan total delapan orang dinyatakan positif Covid-19 selama 10 hari terakhir.

Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) dan Changi Airport Group (CAG) mengatakan melakukan pengujian pada sekitar 9.000 pekerja di wilayah bandara. Pengujian sudah dimulai sejak Minggu (9/5/2021) lalu.

Melansir Channel News Asia, mereka yang diperiksa adalah para pekerja di Terminal 1, Terminal 3 dan Jewel Changi. Terminal 2 sendiri tidak beroperasi.

"Ini mengkhawatirkan... Sebanyak 92% pekerja penerbangan garis depan telah divaksinasi, risiko infeksi tetap ada," kata CAAS dan CAG dalam sebuah pernyataan, dikutip Senin (10/5/2021).

Menurut Kementerian Kesehatan Singapura, kasus pertama di bandara terdeteksi pada 5 Mei 2021. Kasus ini terkait seorang petugas kebersihan Singapura berusia 88 tahun yang bekerja di Terminal 3.

Pada Sabtu, tiga pekerja bandara yang terkait dengan infeksi itu dinyatakan positif, disusul empat kasus baru di Minggu. Dari delapan infeksi itu, dua dinyatakan positif untuk varian corona India B.1.617.

Pada, Rabu (5/5/2021) sebelumnya, dilaporkan ada klaster baru di Terminal Pasir Panjang, Pelabuhan Singapura. Kementerian Kesehatan Singapura menyatakan kasus terbaru datang dari seorang pengemudi truk gandeng berusia 59 tahun yang bekerja di Terminal Brani dan Terminal Pasir Panjang.



Pengemudi yang dipekerjakan GKE Express Logistics terakhir bekerja pada 1 Mei. Dia dikabarkan mengalami demam dan sakit tenggorokan pada Minggu (2/5/2021), dan tetap di rumah. Setelah dites, dia dinyatakan positif Covid-19 dan dia dibawa dengan ambulans ke Rumah Sakit Alexandra.

Kasus paling awal di klaster tersebut adalah seorang warga negara India berusia 23 tahun yang bekerja di Terminal Pasir Panjang dan dipastikan mengidap Covid-19 pada 10 April.

Sebagai tindakan pencegahan, Kemenkes Singapura akan melakukan operasi pengetesan khusus untuk menguji pekerja pelabuhan yang dipekerjakan oleh PSA Singapura di terminal.

Hal ini menambah klaster Covid-19 yang telah menjangkiti Singapura. Sebelumnya Rumah Sakit (RS) Tan Tock Seng diketahui menjadi klaster lokal setelah sembilan orang telah tertular oleh oleh seorang perawat, yang telah menerima dua dosis vaksin Covid-19.

Setelah kasus terkonfirmasi, rumah sakit mengunci bangsal tempat dia bekerja, yaitu bangsal 7D dan 9D. Pihak rumah sakit juga mengatakan dalam unggahan di media sosial Facebook bahwa tidak ada pengunjung yang diizinkan masuk.

Sebelumnya pada dua pekan lalu, Asrama Westlite Woodlands, yang menampung sebagian pekerja migran dari Asia Selatan, diisolasi. Ini setelah pengelola melaporkan ada infeksi baru dari para pekerja yang telah pulih dari Covid-19.

Mereka sebelumnya juga yang telah mendapatkan dua dosis vaksin. Akibat dari hal itu, 1.200 orang pekerja migran di tempat itu harus menjalani isolasi ketat.

Singapura kini memiliki 10 klaster Covid-19 yang aktif, dan tercatat memiliki total 61.378 kasus positif dengan 31 kasus kematian, menurut data Worldometers pada Senin (10/5/2021).



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading