Larangan Mudik Pukul Bisnis Tol, Traffic Terjun 50%!

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
10 May 2021 18:30
tol Ngawi-Kertosono
foto : CNBC Indonesia/Exist In Exist

Jakarta, CNBC Indonesia - Larangan mudik lebaran pada 6 - 17 Mei 2021 berdampak pada menurunkan pergerakan mobil di jalan tol dari rata - rata harian. Namun, bila dibandingkan lebaran tahun lalu ada peningkatan arus lalu lintas mobil.

Sekretaris Jenderal Asosiasi jalan Tol Indonesia (ATI)  Kris Ade Sudiyono, mengatakan kondisi mudik lebaran tahun ini memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Masyarakat menunda mudik, terlihat dari data volume traffic tol yang menurun.

"Tidak ada lagi fenomena penumpukan lalu lintas di jalan tol seperti mudik sebelum-sebelumnya, dari data yang dihimpun anggota asosiasi volume traffic bisa turun 45% - 50% lebih rendah dibandingkan rata-rata harian normal, walaupun dibandingkan lebaran tahun lalu ada peningkatan," kata Kris kepada CNBC Indonesia, Senin (10/5/2021).


Dari data Jasa Marga per 6 - 8 Mei 2021 mencatatkan sebanyak 245.496 kendaraan meninggalkan wilayah Jabodetabek menuju arah timur, arah barat dan selatan. Angka ini turun turun 45% dari lalu lintas normal sebesar 450.117 kendaraan.

Dengan rincian :

Arah Timur:

- GT Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek, dengan jumlah 43.505 kendaraan meninggalkan Jakarta, turun sebesar 56,0% dari lalin normal 98.976 kendaraan.

- GT Kalihurip Utama Jalan Tol Cipularang, dengan jumlah 41.192 kendaraan meninggalkan Jakarta, turun sebesar 59,7% dari lalin normal 102.152 kendaraan.

Total kendaraan meninggalkan Jakarta menuju arah Timur adalah sebanyak 84.697 kendaraan, turun sebesar 57,9% dari lalin normal 201.128 kendaraan.

Arah Barat:

Lalin meninggalkan Jakarta menuju arah Barat melalui GT Cikupa Jalan Tol Tangerang-Merak adalah sebesar 92.594 kendaraan, turun 35,1% dari lalin normal 142.566 kendaraan.

Arah Selatan:

Jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta menuju arah Selatan melalui GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi sebanyak 68.205 kendaraan, turun sebesar 35,9% dari lalin normal 106.423 kendaraan.

Sementara di Tol Cikopo - Palimanan (Cipali) yang dimiliki oleh Astra Tol Cipali juga terpantau lengang per hari ini. Data menunjukkan pada 9 Mei 2021 volume lalu lintas yang melintas di Gerbang Tol Palimanan sebesar 14 ribu kendaraan, turun 66% dibanding lalu lintas harian. Sedangkan total kendaraan yang melintas di tol Cipali tercatat 20 ribu kendaraan melintas.

Lantas bagaimana dampaknya terhadap pendapatan bisnis jalan tol?

Kris menjelaskan kepemilikan ruas jalan tol di itu berbeda. Ada dua kategori jalan tol secara umum, pertama jalan tol konektivitas antar provinsi, juga jalan tol perkotaan. Yang paling berdampak adalah jalan tol yang konektivitas antar provinsi, tertua ruas dari Jakarta ke arah Jawa Tengah, Jawa Timur, juga ke Sumatera.

"Jalan tol wilayah aglomerasi tidak separah pengaruhnya seperti tol konektivitas," jelasnya.

Kris mengatakan larangan mudik juga hanya berpengaruh negatif untuk jangka pendek. Sepanjang tahun 2021 dia memprediksi traffic jalan tol mulai menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya, khususnya 2020. Walaupun dia tidak menampik masih butuh dorongan stimulus dari pemerintah untuk pengusaha jalan tol seperti insentif fiskal dan moneter.

"Insentif fiskal, tax allowance, tax holiday keringanan pajak jadi dasar pemicu perkembangan infrastruktur jalan tol. Saat ini sudah ada diskusi terkait adanya stimulus jalan tol atau infrastruktur secara keseluruhan dengan Kementerian PUPR," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Drop 50%, Ini Tol Paling Parah Kena Dampak Larangan Mudik


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading