Walau Diguyur Stimulus, Penjualan Mobil & Motor Masih Keok

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
05 May 2021 12:22
Calon pembeli melihat mobil baru di Showroom Suzuki di Kawasan Gading Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (16/2/2021). Pemerintah memutuskan untuk memberikan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) atau pajak 0%. Insentif tersebut terbagi menjadi tiga tahap yang akan dievaluasi per tiga bulan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Calon pembeli melihat mobil baru di Showroom Suzuki di Kawasan Gading Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (16/2/2021). Pemerintah memutuskan untuk memberikan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) atau pajak 0%. Insentif tersebut terbagi menjadi tiga tahap yang akan dievaluasi per tiga bulan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penjualan kendaraan bermotor masih terkontraksi pada kuartal I-2021. Meskipun sudah banyak kebijakan stimulus yang diambil oleh pemerintah, Bank Indonesia (BI) maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penjualan mobil whole sale mencapai 187.021 unit atau turun 21,05% dibandingkan tahun lalu. Dibandingkan kuartal sebelumnya ada kenaikan 16,63%.

Begitu juga yang terjadi pada sepeda motor, di mana total penjualannya mencapai 1,2 juta unit atau turun 17,61% yoy tetapi naik secara qtq 64,52%.


"Penjualan whole sale kendaraan bermotor alami kontraksi dalam," ungkap Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers, Rabu (5/5/2021)

Kondisi ini yang membuat sektor perdagangan alami kontraksi 1,23% yoy. Kendaraan bermotor memiliki porsi besar dalam sektor tersebut. Hal lain yang turut mempengaruhi adalah banyaknya gerai ritel yang tutup.

Pertumbuhan ekonomi tanah air secara keseluruhan kuartal I -0,74% secara year on year (yoy) dan -0,96% qtq. Ini artinya Indonesia belum berhasil keluar dari jurang resesi, seperti Singapura maupun Vietnam.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading