Ekonomi RI Minus 0,74%, Ekonom: Datanya Mengejutkan!

News - MAIKEL JEFRIANDO, CNBC Indonesia
05 May 2021 11:40
Rilis BPS (15/4/2021). Dok: Tangkapan layar BPS Statistics Foto: Rilis BPS (15/4/2021). Dok: Tangkapan layar BPS Statistics

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I-2021 masih minus 0,74% (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Data ini disebut mengejutkan. Kenapa?

Ekonom Universitas Bina Nusantara, Muhammad Doddy Arifianto, mengatakan dirinya sebenarnya pesimistis dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2021. Karena pada kuartal I-2020 lalu, ekonomi Indonesia masih tumbuh positif di kisaran 3%.

"Terus terang saya tadinya agak pesimistis, tapi ternyata kinerja ekonomi lumayan. Memang sulit untuk bisa tumbuh positif. Tapi ini surprise," ujar Doddy dalam program Profit di CNBC Indonesia TV, Rabu (5/5/2021).



Doddy mengatakan, secara pribadi dirinya memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I-2021 masih minus 1%. Sementara konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia menghasilkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 0,8%. Bahkan menurut Doddy, ada yang memprediksi ekonomi Indonesia masih minus 1,5% pada kuartal I-2021.

Sektor yang mendorong ekonomi Indonesia kuartal I-2021 adalah agrikultur yang tumbuh akibat panen raya, dan juga sektor teknologi.


Menurut Doddy, ekonomi Indonesia dalam tiga kuartal terakhir berada dalam jalur perbaikan. "Bauran kebijakan dari fiskal, moneter, dan juga kebijakan struktural memberikan dampak bagus ke perekonomian. Hampir semua sektor mengalami pemulihan," ujarnya.

Meski begitu, Doddy mengatakan target pertumbuhan ekonomi 5% di tahun ini terlalu berat. Karena masih banyak ketidakpastian seputar pandemi Covid-19, seperti gelombang kedua di India. "Kita masih harus hati-hati. Angka pertumbuhan ekonomi 3% di tahun ini saja masih lumayan," imbuhnya.


[Gambas:Video CNBC]

(wed/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading