RI Masih di Jurang Resesi, 11 Sektor Usaha Ini Berdarah-darah

News - Lidya Julita S, CNBC Indonesia
05 May 2021 11:27
Ilustrasi Mal Pondok Indah. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Ilustrasi Mal Pondok Indah. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia masih berada dalam jurang resesi pada kuartal I-2021. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi tanah air -0,74% secara year on year (yoy) dan -0,96% qtq.

"Dari 17 sektor, ada 6 tumbuh positif dan 11 sektor negatif tapi cenderung membaik," ungkap Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers, Rabu (5/5/2021)

Sektor yang masih tumbuh positif adalah informasi dan komunikasi sebesar 8,72%, pengadaan air 5,49% dan jasa kesehatan 3,64%. Kemudian adalah pertanian, pengadaan listrik dan gas dan real estate.


Sementara itu 11 sektor yang masih negatif adalah transportasi dan pergudangan dengan -13,12%, akomodasi dan makan minum -7,26%, dan jasa lainnya -5,15%.

Disamping itu juga ada jasa keuangan, administrasi pemerintahan, pertambangan, jasa pendidikan, industri, perdagangan dan konstruksi.

"Kontraksi terdalam transportasi dan pergudangan. kontraksi double digit dan makanan minuman -7,26%. dengan pergerakan ini proses pemulihan ekonomi akan beda per provinsi dan sektor," ujarnya.

"Yang merah 11 sektor kontraksi. Meski kontraksi secara umum membaik tidak sedalam kontraksi kuartal IV 2020. Artinya seluruh sektor ke arah pemulihan," jelas Suhariyanto.


[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading