Moderninasi Alutsista

Prabowo Muter-Muter, Jet-Kapal Selam Belum Ada yang Nyangkut!

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
05 May 2021 11:05
Indonesia's losing presidential candidate Prabowo Subianto gestures as he arrives to attend the inauguration of Indonesia's President Joko Widodo for the second term, at the House of Representatives building in Jakarta, October 20, 2019. REUTERS/Willy Kurniawan

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto telah mengunjungi banyak negara demi mengincar alat utama sistem persenjataan (alutsista) modern.

Negara yang dikunjungi dari Prancis, Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, Austria, Turki, Rusia, hingga Jerman. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai alutsista mana yang bakal menjadi pilihan Indonesia, alias belum berhasil.

Hal itu menimbulkan pertanyaan mengenai yang terjadi di baliknya, apa prosesnya yang mandek atau justru Prabowo saja yang belum menentukan pilihan. Namun, Analis Pertahanan, Connie Rahakundini Bakrie menilai lambatnya proses pengadaan tidak lepas dari karena birokrasi atau koordinasi antar Kementerian maupun Lembaga (K/L) di dalam negeri.


"Saya kira kaitannya dengan road map of "buying list" yang sedang dia siapkan dengan Bappenas," katanya kepada CNBC Indonesia, Rabu (5/2/21).

Dari calon daftar pembelian, Prabowo disebut-sebut mengincar alutsista dengan spek yang tinggi. Salah satunya keinginan meminang jet tempur siluman F-35, dan menolak tawaran F-16 Viper.

Untuk Angkatan Laut, mengarah pada kapal selam kelas Riachuelo, yang merupakan modifikasi dari kelas Scorpene dari Prancis serta Kapal selam Diesel-Listrik (SSK) Tipe 214 merupakan salah satu kapal selam tercanggih buatan TKMS Jerman yang juga bertipe hybrid.

Namun, Connie menilai sistem pengadaannya masih berlangsung dari atas ke bawah, atau berasal dari keinginan Kemenhan langsung. Padahal, yang bakal menggunakannya adalah TNI di tiap angkatan.

"Tanpa melibatkan Asrena-Asrena (Asisten Perencanaan dan Anggaran) angkatan, Jadi bersifat top down," sebut Connie.

"Baiknya pengguna anggaran nggak cuma di Kemhan, tetapi di Panglima TNI, sehingga ketika Angkatan mengajukan benar-benar bisa diserap untuk keperluan itu," lanjutnya.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading