Covid-19 Masih Ganas, Indian Premier League Dibatalkan

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
04 May 2021 19:28
A relative of a person who died of COVID-19 is consoled by another during cremation in Jammu, India, Sunday, April 25, 2021. Delhi has been cremating so many bodies of coronavirus victims that authorities are getting requests to start cutting down trees in city parks, as a second record surge has brought India's tattered healthcare system to its knees. (AP Photo/Channi Anand) Foto: Seorang dihibur oleh kerabatnya di krematorium saat kremasi massal korban COVID-19, di New Delhi, India, Sabtu, 24 April 2021. (AP/Channi Anand)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penyelenggara kompetisi kriket India, Indian Premier League (IPL), memutuskan untuk menangguhkan sementara kompetisi itu tanpa batas waktu yang tidak ditentukan. Langkah ini dilakukan setelah beberapa pemain dan anggota staf dari tim yang berbeda dinyatakan positif Covid-19.

Dikutip Hindustan Times, pembatalan ini diteken oleh Dewan Pengurus Liga Utama India (IPL GC) dan Dewan Pengawas Kriket di India (BCCI).

"Keputusan ini diambil dengan memperhatikan keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan semua pemangku kepentingan," tulis pernyataan mereka.


BCGI menganggap bahwa saat ini para pemain dan klub memasuki momen yang sangat memprihatinkan. Hal ini mereka lakukan agar negara itu dapat segera pulih dengan cepat dan segera.

"Ini adalah masa-masa sulit, terutama di India dan sementara kami telah mencoba untuk membawa beberapa hal positif dan bersorak, bagaimanapun, sangat penting bahwa turnamen sekarang ditangguhkan dan semua orang kembali ke keluarga dan orang yang mereka cintai di masa-masa sulit ini."

Tak lupa, BCGI juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kompetisi itu.

India pada Selasa (4/5/2021) melaporkan tambahan 357.229 infeksi harian virus Covid-19. Dengan angka ini, jumlah kasus Covid-19 di negara itu mencapai 20,28 juta.

Sementara itu jumlah infeksi pasti juga saat ini menjadi perdebatan, mengingat virus itu telah mencapai pelosok-pelosok negeri yang memiliki kesulitan akses ke alat testing dan trancing virus itu.

Akibat penambahan kasus yang sangat tinggi ini, rumah sakit saat ini telah terisi penuh, pasokan oksigen medis menipis dan kamar mayat serta krematorium telah dibanjiri karena negara tersebut menangani lonjakan kasus.

Pihak pemerintahan India sendiri secara keseluruhan dianggap gagal dalam menangani pandemi Covid-19 yang menyerang negara itu Bahkan beberapa pihak meminta agar PM Modi untuk mundur. Permintaan ini dilandasi oleh sikap Modi yang terlihat tidak peduli dengan penyebaran Covid-19.

Bahkan pemerintahannya dianggap gagal dalam mengatasi mobilitas publik pada acara tradisi Kumbh Mela di sungai Gangga. Disaat pandemi yang masih meluas di negara itu, tradisi ini masih tetap saja terjadi dengan mengumpulkan kerumunan sebanyak 5 juta orang.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading