Australia Ungkap Harga Daging Sapi di RI Bisa Terbang Tinggi

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
29 April 2021 13:05
Daging Sapi (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga sapi bakalan asal Australia akan tetap tinggi pada 2021 semester satu ini. Hal ini disebabkan karena upaya re-populasi yang dilakukan Australia, setelah kekeringan yang terjadi di beberapa waktu belakangan.

Sehingga membuat pasokan daging sapi impor Indonesia tersendat, dan pastinya harga ikut terbang. Saat bersamaan Indonesia sedang mencari alternatif lain pasokan selain Australia.

Dari hasil Laporan Status Industri Indonesia Australia dalam sektor Daging Merah dan Sapi 2020, menyoroti tantangan peningkatan harga sapi Australia di 2021. Juga mendorong Indonesia mencari pemasok alternatif.


Laporan itu juga menunjukkan impor sapi hidup dari Australia ke Indonesia merosot pada tahun 2020, karena kenaikan harga sapi bakalan yang menembus level tertinggi sepanjang 20 tahun terakhir, sebesar AU$ 4,18 per kilogram bobot sapi hidup. Diperkirakan harga sapi ini masih cenderung tinggi pada 2021 karena upaya dari peternak yang ingin melakukan re-populasi sapi, akibat kekeringan yang terjadi beberapa tahun belakangan.

"Saat ini kondisi cuaca dan lingkungan mendukung peternak Australia untuk melakukan re-populasi ternak, ini meningkatkan kompetisi antar peternak, pemasok dan eksportir untuk mendapatkan sumber sapi yang terbatas pasca kekeringan dan banjir," jelas Co-chair Indonesia-Australia Red Meat & Cattle Partnership Chris Tinning, dalam keterangan resmi Meat & Livestock Australia (MLA), Kamis (29/4/2021)

Hal itu akan mendorong kenaikan harga ekspor sapi bakalan. Sehingga mengganggu pasokan daging sapi di Indonesia terlebih karena pandemi juga masuk naiknya permintaan karena Lebaran.

"Namun diperkirakan harga akan berubah pada semester kedua tahun 2021, seiring dengan populasi dan kembali stabilnya kawanan ternak," jelas Chris.

Co Chair Partnership of RMCP, Riyanto menjelaskan pemerintah berupaya untuk memenuhi kebutuhan daging nasional, terutama pada bulan Ramadhan dan perayaan Idul Fitri nanti.

"Caranya dengan memperluas pasokan domestik dan memperluas akses impor dari negara lain seperti Meksiko, dan Brazil. Tapi saya percaya Australia akan tetap menjadi mitra terbesar yang dipilih di sektor ini," jelas Riyanto.

Dia mengatakan Indonesia juga telah meningkatkan batasan importasi daging kerbau India menjadi 80.000 ton di tahun 2021, dan daging sapi Brasil sebesar 20.000 ton. Impor ini diharapkan menutup sebagian permintaan dalam negeri. Selain itu  Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) bersama pemerintah, berupaya mengakses sumber alternatif sapi hidup, seperti dari Meksiko dan Brasil.

Berdasarkan laporan OECD - FAO diperkirakan konsumsi daging sapi Indonesia akan tumbuh sekitar 7% per tahun. Selain mengandalkan produksi sapi lokal Indonesia masih membutuhkan impor untuk menutup kebutuhan yang lebih tinggi dari pasokan di dalam negeri.

Sejak awal tahun 2021 harga daging sapi terus dalam tren kenaikan, pada 28 April saja, rata-rata nasional harga daging sapi sudah mencapai Rp 124 ribu per kg. Bahkan di Aceh, harga daging sapi tembus Rp 140 ribu per kg.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading