Corona Kembali Teror Perkantoran di DKI, Awas Jangan Lengah!

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
29 April 2021 03:00
Sejumlah pekerja berjalan usai bekerja dengan latar belakang gedung perkantoran di Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (16/4/2020). Pemprov DKI Jakarta akan memberikan saksi berupa mencabut perizinan kepada perusahaan yang tetap beroperasi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kecuali delapan sektor yang memang diizinkan. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus Covid-19 di DKI Jakarta mengalami peningkatan penularan terutama pada klaster perkantoran. Kebijakan penutupan kantor pun dilakukan.

Penularan terjadi karena karyawan semakin abai dengan protokol kesehatan saat aktivitas di luar kantor seperti berbuka puasa bersama menjadi pemicunya.

Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Khadik Triyanto mengakui adanya lonjakan dari klaster perkantoran. Walaupun angka positif Covid - 19 yang diperoleh masih naik-turun.


"Melihat angka dari laporan perusahaan ditambah data pemeriksaan kami, memang cenderung naik turun, dua pekan terakhir ada sedikit lonjakan," kata Khadik, kepada CNBC Indonesia, dikutip Kamis (29/4/2021).

Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta mencatat pada periode 5 - 19 April ada 61 kasus yang berasal dari 98 perusahaan yang melapor di DKI Jakarta. Pada periode 12 - 18 April naik menjadi 100 dari 97 perusahaan yang melaporkan.

Pada 19 - 25 April ada 159 kasus positif di 198 perusahaan yang melapor. Khadik menjelaskan Naik dan turun ini sudah dilakukan beberapa upaya, baik sosialisasi dan pengawasan.

"Tapi dari kajian kami terjadi lonjakan di perkantoran karena di saat bulan Ramadhan pekerja seusai jam kerja cenderung melakukan kegiatan buka bersama di restoran, dimana di restoran tidak menggunakan masker saat berkumpul, juga tempat duduk tidak berjarak karena dianggap satu komunitas, ini salah satu hipotesis," katanya

Khadik menjelaskan kecenderungan naiknya angka positif Covid - 19 bukan di tempat kerja, tapi didapat dari luar kantor. Namun, secara kebetulan yang terkonfirmasi merupakan dari kalangan pekerja.

"Sanksi akan diberikan untuk perusahaan yang melanggar protokol kesehatan, bukan hanya dihentikan sementara unit usaha 3x24 jam juga sanksi administratif, tapi upaya kami terus dibina agar sadar," katanya.

Bukber Diduga Jadi Pemicunya

Dalam dua pekan terakhir klaster Covid-19 perkantoran di DKI Jakarta meningkat dua kali lipat. Ironisnya, sebagian dari klaster ini sudah melakukan vaksinasi pada karyawannya.

Menanggapi hal ini, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengakui ada peningkatan kasus pada klaster perkantoran dalam dua pekan terakhir. Dia pun meminta agar peningkatan di klaster perkantoran bisa menindaklanjuti dengan penutupan sementara perkantoran, disinfeksi, serta tracing dan tes pada kontak erat untuk mencegah klaster perkantoran.

"Kemunculan ini mohon ditindaklanjuti dengan penutupan sementara perkantoran, disinfeksi, serta tracing dan test pada kontak erat supaya tidak ada klaster dengan optimalisasi satgas perkantoran. Kapasitas instansi pada daerah yang melakukan PPK mengacu pada Instruksi Mendagri dengan maksimal 50% yang hadir secara fisik dengan protokol kesehatan yang ketat," kata Wiku dalam taklimat media, Selasa (27/04/2021).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup 2.114 perusahaan sepanjang 11 Januari hingga 26 April 2021 kemarin. Ribuan perusahaan itu ditutup lantaran penyebaran Covid-19.
Hal tersebut diketahui berdasarkan Data Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertrans) DKI Jakarta terhadap 3.703 perusahaan yang disidak.

"Terdapat 2.114 perusahaan yang ditutup karena Covid-19," kata Kepala Disnakertrans, Andri Yansah, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (27/4/2021).

Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Khadik Triyanto mengakui adanya lonjakan dari klaster perkantoran, diduga berasal dari aktivitas di luar kantor.

"Tapi dari kajian kami terjadi lonjakan di perkantoran karena di saat bulan Ramadan pekerja seusai jam kerja cenderung melakukan kegiatan buka bersama di restoran, di mana di restoran tidak menggunakan masker saat berkumpul, juga tempat duduk tidak berjarak karena dianggap satu komunitas, ini salah satu hipotesis," tuturnya.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading