Nyalakan Tanda Bahaya! Kasus Covid-19 RI Merangkak Naik

News - dob, CNBC Indonesia
22 April 2021 17:23
Pemakaman COVID-19 di TPU Srengseng Sawah Dua, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa, (2/3/2021). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia- Di tengah lonjakan kasus Covid-19 secara global, kasus di Indonesia pada hari ini juga mulai merangkak naik.

Berdasarkan data Kementerian kesehatan (Kemenkes), terdapat 6.243 kasus baru pada hari ini, Kamis (22/4/2021). Kasus baru ini merupakan yang tertinggi sejak 5 April 2021.

Pertambahan kasus baru membuat total konfirmasi positif Covid-19 menembus 1,626 juta pada hari ini.


Sementara itu, jumlah pasien sembuh bertambah 5.993 orang sehingga total menembus 1,481 juta. Adapun kasus meninggal bertambah 165 orang, sehingga total menjadi 44.172 orang.

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, mengatakan Indonesia perlu mewaspadai kenaikan kasus Covid-19 secara global. Ada beberapa hal yang bisa menjadi pembelajaran bagi RI agar tidak mengalami kasus serupa.

"Jumlah kumulatif kasus positif di seluruh dunia mencapai 144,43 juta dengan jumlah meninggal 3 juta. Meski jumlah kesembuhan tinggi yakni 122 juta yang perlu diwaspadai dalam beberapa waktu terakhir adalah kasus positif harian di global naik signifikan," ujar Wiku dalam konferensi pers virtual, Kamis (22/4/2021).

Lebih rinci dia menjelaskan bahwa kasus Covid-19, sebelumnya sempat turun pada Januari hingga awal Maret. Terjadi penurunan 83% dari sebelumnya, penambahan kasus mencapai 800 ribu pada 1 Maret jadi 144 ribu. "Tetapi ini tidak bertahan lama, Minggu kedua Maret," ujarnya

Menurut dia, perjuangan menghadapi virus ini masih belum berakhir dan beberapa negara kewalahan seperti di India jumlah kasus dalam 2 bulan terakhir meningkat sangat tajam.

"Awalnya India berhasil menjaga kasus terus turun dan stabil rendah, tetapi sejak pertengahan Februari hingga hari ini kasus positif melonjak tajam dari 9000 kasus baru jadi 300 ribu kasus baru per hari, kenaikannya 30 kali lipat," tegas Wiku.

Hal yang sama terjadi di Turki, dari 5.000 kasus baru per hari, melonjak pada April menjadi 60 ribu kasus baru per hari. "Sedikit berbeda dengan Brasil angka positif di Brasil belum menunjukkan perbaikan sejak Oktober 2020 hingga April 2021 karena kasus positif masih 50-70 ribu kasus baru per hari," jelas Wiku.

Diulas lebih cermat dari data bahwa setengah dari kasus harian dunia disumbang oleh ketiga negara ini. Bahkan pada 21 April ada lonjakan 880 ribu kasus dan 450 ribu kasus disumbangkan dari India, Brasil, dan Turki.

"Tren perkembangan kasus global penting diperhatikan sebagai bahan refleksi. Brasil jumlah penduduknya hampir sama dengan Indonesia. Di Indonesia sendiri sebanyak 4.000-5.000 kasus harian baru. Kalau tidak hati-hati tak menutup kemungkinan kita bisa menghadapi lonjakan kasus signifikan dan tajam. Kenaikan kasus di Indonesia berpengaruh pada kasus global," jelas Wiku.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading