BPH Migas Sebut Kebakaran Kilang Bisa Bikin Impor Melonjak

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
20 April 2021 21:13
Kebakaran Kilang Minyak Balongan (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyebut kebakaran tangki di Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat, pada 29 Maret 2021 lalu akan berdampak pada lonjakan impor minyak.

Hal tersebut disampaikan oleh Komite BPH Migas Muhammad Ibnu Fajar dalam wawancara bersama CNBC Indonesia, Senin (19/04/2021).

Namun sayangnya, dia belum bisa menyampaikan berapa besar dampaknya ke lonjakan impor.


"Tentu ada (dampak kebakaran kilang terhadap impor), seberapa besar kita belum bisa prediksi karena perolehan BBM Indonesia ada dua sumber, dari kilang kita dan impor," paparnya.

Pasokan BBM untuk masyarakat menurutnya perlu dijaga. Ketika ada masalah pasokan dari kilang di dalam negeri seperti terjadinya kebakaran beberapa waktu lalu, maka mau tidak mau akan ditambah melalui impor.

"Ketika ada masalah distribusi seperti sekarang ini, ada potensi terkendala dari kilang, mau nggak mau impor harus nambah," tuturnya.

Sebagaimana disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rilis data ekspor impor untuk Maret 2021, impor minyak dan gas bumi (migas) Maret 2021 melonjak 74,74% (month to month) menjadi US$ 2,28 miliar dari US$ 1,30 miliar pada Februari 2021.

Menanggapi data dari BPS tersebut, Ibnu menyebut jika data tersebut belum bisa merefleksikan kebutuhan dalam setahun. Karena data impor bulanan menurutnya bisa saja terkait dengan ketersediaan stok.

"Data dari BPS itu naik 74% saya pikir belum merefleksikan kebutuhan BBM dalam setahun karena month to month bisa saja angka itu akumulasi ketersediaan BBM dalam beberapa hari," paparnya.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) membantah jika kebakaran tangki di Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat, pada 29 Maret 2021 lalu menjadi penyebab dari melonjaknya impor minyak dan gas bumi (migas) pada Maret 2021.

"Akibat insiden kebakaran tangki di area Kilang Balongan tidak menimbulkan tambahan impor BBM," ungkap SVP Corporate Communication and Investor Relations Pertamina Agus Suprijanto kepada CNBC Indonesia, Kamis (15/04/2021).

Menurutnya, impor BBM tidak melonjak karena pasokan BBM bisa dialihkan ke Kilang Cilacap yang kapasitasnya sudah ditingkatkan.

"Karena dapat dialih suplai oleh Kilang Cilacap yang dapat ditingkatkan kapasitas produksinya," jelasnya.

Lebih lanjut dia sampaikan, kondisi Kilang Balongan secara bertahap sudah mulai operasi.

"Saat ini kilang Balongan sudah bertahap kembali pulih beroperasi," tuturnya.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading