Cerita Bos Adaro Boy Thohir Berjibaku Saat Positif Covid-19

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
19 April 2021 20:50
Pengusaha Boy Thohir saat memberi tanggapan kepada tim CNBC Indonesia di Kantor Adaro, Jakarta, Selasa (24/4) Boy Thohir merupakan putra dari salah satu pemilik Astra International Teddy Tohir. Dia juga seorang pengusaha yang sudah cukup lama berkecimpung di dunia bisnis. Dia menyelesaikan pendidikan MBA-nya di Northrop University Amerika Serikat. Boy Thohir dikenal sebagai pengusaha muda yang sukses membawa Adaro Energy sebagai perusahaan batu bara terbesar di Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir atau Boy Thohir curhat saat dirinya mendapati tertular virus corona November tahun lalu.

Saat konferensi pers secara virtual dia berpesan kepada semua peserta untuk tidak menyepelekan virus ini. Dinyatakan positif Covid-19 menurutnya sangat berat apalagi dia harus dirawat di ruang ICU selama 11 hari.

"Jangan menganggap remeh karena saya sudah mengalami langsung sendiri, memang sangat berat apalagi dalam kasus saya, saya pernah masuk rumah sakit bahkan di ICU 11 hari," paparnya bercerita kepada media, Senin, (19/04/2021).


Dia menegaskan agar protokol kesehatan terus dipatuhi karena virus ini benar-benar ada. Apalagi jika sudah dinyatakan positif dan masuk rumah sakit maka pasien akan menghadapinya seorang diri, tanpa kerabat dan saudara.

"Kalau boleh sedikit sharing yang berarti itu benar-benar waktu saya menghadapi covid itu karena pertama kita itu menghadapinya seorang diri, gak ada keluarga, gak ada anak, gak ada istri yang bisa menemani kita," kenangnya.

Lebih lanjut dia bercerita, saat dirawat kondisinya menjadi semakin berat, berat bukan dalam arti fisik, namun berat dalam arti mental. Karena dokter dan siapapun yang merawat tidak diperkenankan berlama-lama di dekat pasien Covid-19.

"Waktu dirawat pun ya memang kondisinya berat, dalam arti kata bukan berat fisik ya tapi mental itu berat, perawat, dokter yang merawat kita itu juga nggak bisa berlama-lama dengan kita gitu lho," paparnya.

Sementara secara sadar pasien Covid-19 tahu jika virus ini mematikan. Oleh karena itu dia mengajak agar tidak pernah meremehkan, pengalaman yang pernah dia alami anggap luar biasa berat.

"Pengalaman saya itu luar biasa berat. bahkan saya bilang sama partner-partner saya, sama teman-teman terdekat saya tahun 2020 itu ujian yang sangat berat lah untuk saya khususnya karena memang di bulan November itu saya kena covid," tuturnya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading