Reshuffle Kabinet: Jadi Tokoh Ini yang Bakal Gantikan Nadiem?

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
16 April 2021 04:40
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim dalam acara webinar Kemendikbud RI dengan tema

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah isu reshuffle kabinet yang kian memanas, nama Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti kembali muncul di bursa calon menteri.

Namun yang berbeda, Mu'ti tidak muncul di bursa calon wakil menteri, melainkan mengemuka sebagai calon menteri pengganti Nadiem Makarim. Benarkah?

Banyaknya kontroversi membuat banyak pihak mendorong Nadiem dievaluasi. Salah satunya adalah Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno. Ia menilai, selama pandemi Covid-19 ini, Nadiem tak menunjukkan performanya.

Pendapat lain dilontarkan pakar pendidikan yang juga mantan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Fasli Jalal.

"Memang Nadiem siap terima risiko dan dia akan jalan terus [meski banyak kritik]. Cuma risikonya pada guncangan politik dan pendidikan menurut saya perlu tertata semua. Jadi saya pikir di persimpangan jalan Nadiem ini," katanya.

Abdul Mu'ti (Sachril Agustin Berutu/detikcom)Foto: Abdul Mu'ti (Sachril Agustin Berutu/detikcom)



Namun, meski kerap mengkritik kebijakan Mendikbud yang kadang kontroversial, Fasli Jalal memandang Nadiem masih perlu diberi waktu.

"Kita beri kesempatan dia untuk bekerja lebih keras. Mudah-mudahan Nadiem makin berpengalaman, dia kan orang baru, nggak mungkin orang baru langsung sukses. Mungkin cari wakil menteri senior yang orang dekat Presiden tapi juga dihargai di bidang pendidikan. Kalau kombinasi ini, saya kira lebih baik," sarannya.

Bicara soal wakil menteri, sebetulnya Presiden Jokowi pernah hampir mengangkat seorang wakil Mendikbud. Namun tawaran yang dialamatkan ke Mu'ti ditolak. Melalui akun media sosialnya, Abdul Mu'ti mengungkap alasan menolak tawaran pada pengujung 2020 itu.

"Awalnya, ketika dihubungi oleh Pak Mensesneg dan Mas Mendikbud, saya menyatakan bersedia bergabung jika diberi amanah. Tetapi, setelah mengukur kemampuan diri, saya berubah pikiran."

"Semoga ini adalah pilihan yang terbaik. Setelah melalui berbagai pertimbangan, saya memutuskan tidak bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju dalam jabatan wakil menteri. Saya merasa tidak akan mampu mengemban amanah yang sangat berat itu. Saya bukanlah figur yang tepat untuk amanah tersebut," kata Mu'ti lewat akun Twitter @Abe_Mukti.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading