Impor Kurma Melonjak Jelang Lebaran

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
15 April 2021 14:10
Pedagang kurma menata barang dagangannya di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Jumat (3/5/2019). Menjelang bulan Ramadan, permintaan buah kurma meningkat dua kali lipat dibanding hari biasa. Harga kurma yang dijual bervariasi tergantung jenis dari Rp 30.000 hingga Rp. 300.000. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat komoditas impor yang melonjak tinggi menjelang lebaran adalah kurma. 

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, impor kurma bahkan sudah melonjak sejak awal tahun lalu. Di Maret ini impor kurma tercatat US$ 17,1 juta.

"Beberapa barang yang khusus lebaran itu Kurma, karena kita tidak memproduksi kurma. Biasanya kita impor kurma," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (15/4/2021).


Dari data BPS, impor kurma pada Januari senilai US$ 10,3 juta, kemudian di Februari meningkat menjadi US$ 14,9 juta, lalu pada Maret meningkat lagi menjadi US$ 17,1 juta.

"Jadi dari Januari sudah ada dan itu kita impor dari beberapa negara," jelasnya.

Menurutnya, ada tiga negara utama yang melakukan impor kurma ke Indonesia. Ketiganya adalah Mesir, Tunisia dan Arab Saudi.

"Itu negara pengimpor utama kurma ke kita," kata dia.

Namun, dibandingkan dengan tahun sebelumnya, impor kurma pada Maret ini turun cukup tajam. Pada Maret 2020 impor kurma tercatat US$ 25,9 juta atau turun 33,9%.

Sementara itu, impor barang konsumsi selama Maret meningkat cukup tinggi baik dibandingkan bulan ataupun tahun sebelumnya. Impor barang konsumsi tercatat US$ 1,41 miliar naik 15,51% (mtm) dan meningkat 13,4% (yoy).


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading