PLN Ajak Publik Cari Inovasi Kendaraan Listrik, Ini Caranya

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
12 April 2021 18:00
Aplikasi pengisian kendaraan listrik di SPKLU. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT PLN (Persero) berkomitmen untuk serius dalam mendorong pemanfaatan kendaraan listrik di Indonesia. Melalui kegiatan PLN ICE (Innovation & Competition in Electricity), masyarakat, pelajar, dan mahasiswa diajak untuk bersama mencari inovasi kendaraan listrik.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini dalam sambutan Webinar PLN ICE Day 1 "Electrifying Lifestyle", Senin (12/04/2021). Melalui wadah ini, menurutnya PLN dan masyarakat akan melakukan sinergi.

"Melalui wadah PLN ICE 2021, PLN bersinergi dengan masyarakat, pelajar, mahasiswa mendapatkan ide-ide terkini mengenai inovasi kendaraan listrik dan peralatan listrik," paparnya saat membuka acara.


Taufiek Bawazier, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian mengatakan saat ini dunia sudah memasuki era baru untuk mengurangi emisi karbon dalam kerangka ekonomi dan lingkungan.

Untuk itu, menurutnya Indonesia juga perlu beradaptasi ke arah sana, termasuk transisi menggunakan kendaraan listrik. Dalam membangun ekonomi kendaraan listrik nasional, dia berpendapat, harus terukur dan terencana.

"Kemenperin telah keluarkan roadmap kendaraan listrik, baik target maupun TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) dalam rangka meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional," paparnya dalam acara yang sama.

Tidak hanya dari Kemenperin, imbuhnya, kementerian lain pun turut terlibat, seperti Kementerian ESDM dan BUMN. Dalam hal ini, PLN bertugas menyediakan infrastruktur secara kuantitas dan sebaran.

"Kami paham carbon reduction penting dalam rangka mencapai karbon netral 2070," tuturnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, industri otomotif adalah sektor andalan yang berkontribusi besar pada perekonomian. Saat ini ada 21 perusahaan industri roda empat di Indonesia dengan nilai investasi Rp 71,35 triliun.

"Kapasitas produksi 2,35 juta unit per tahun dengan serap tenaga kerja 38 ribu orang dan lebih 1,5 juta bergantung hidupnya di mata rantai industri ini," ungkapnya.

Pemerintah, jelasnya, menargetkan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) pada 2030 mencapai sebanyak 600 ribu unit roda empat dan sekitar 2,45 juta unit untuk roda dua.

"Kementerian Perindustrian dorong pilot project dan studi komprehensif mengenai penggunaan kendaraan listrik di sejumlah wilayah termasuk di daerah destinasi wisata," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading