Internasional

Mantan Perdana Menteri Malaysia Ini Terancam Bangkrut

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
07 April 2021 15:28
A Malaysian national flag is on display in front of the prime minister's office building in Putrajaya, Malaysia Friday, March 20, 2020. Malaysian government issued a movement order to the public starting from March 18 until March 31 to block the spread of the new coronavirus. For most people the new coronavirus causes only mild or moderate symptoms, but for some it can cause more severe illness. (AP Photo/Vincent Thian)

Jakarta, CNBC Indonesia -Nasib mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak mungkin bak jatuh tertimpa tangga. Selain dihadapkan sejumlah skandal, ia kini menghadapi kebangkrutan.

Hal itu terkait kegagalannya membayar pajak lebih dari US$ 400 juta atau setara Rp 5,6 triliun. Jika ia tak mampu menyelesaikan tagihannya, pejabat pajak akan segera memproses persidangan soal kebangkrutannya.


Malaysia's former prime minister Najib Razak leaves after giving a statement to the Malaysian Anti-Corruption Commission (MACC) in Putrajaya, Malaysia May 22, 2018. REUTERS/Lai Seng SinFoto: REUTERS/Lai Seng Sin
Malaysia's former prime minister Najib Razak leaves after giving a statement to the Malaysian Anti-Corruption Commission (MACC) in Putrajaya, Malaysia May 22, 2018. REUTERS/Lai Seng Sin

Dikutip AFP, nilai fantastis ini muncul dari keputusan pengadilan agar soal pajak terutang antara 2011 dan 2017. Pada saat persidangan itu, ia dituduh mencuri miliaran dolar dari dana investasi negara 1MDB.

Ia sendiri lolos dengan membayarkan jaminan namun pajak ini masih harus dibayarnya. Jika dia dinyatakan bangkrut, ia akan kehilangan kursinya di parlemen dan dilarang mencalonkan diri dalam pemilihan.

Najib membantah tuduhan pengemplangan pajak ini. Pria berusia 67 tahun itu bersikeras bahwa dia selalu membayar pajak dan kasus terhadapnya bermotif politik.

"Saya akan terus berdiri dan melawan setiap upaya untuk menggertak dan mengintimidasi saya oleh mereka yang berkuasa," tulisnya di Facebook, menambahkan dia telah meminta pengacaranya untuk mencoba menghentikan persidangan, dikutip Rabu (7/4/2021).

Najib kehilangan kekuasaan pada 2018 ketika partainya, yang telah memerintah negara Asia Tenggara selama enam dekade. Ia dikalahkan dalam pemilihan setelah ia terseret dalam skandal keuangan 1MDB yang merugikan Malaysia US$ 700 juta atau setara Rp 9,8 triliun.

Terlepas dari keterlibatannya dalam skandal 1MDB, Najib sendiri masih menjadi sosok yang populer di Malaysia dengan lebih dari empat juta pengikut di Facebook. Akhir tahun lalu, ia sempat mengkritik lambannya investasi asing masuk ke Malaysia dan membandingkannya dengan RI.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading