Kritik 'Istana Garuda', Para Arsitek Diundang Menteri Jokowi

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
05 April 2021 19:49
Desaiin Garuda Istana Negara Ibu Kota Baru (Instagram/@Jokowi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengundang sejumlah arsitek dan pemerhati bangunan yang dalam beberapa waktu terakhir sempat mengkritik keras pra-desain Istana Kepresidenan di Ibu Kota Negara (IKN) yang berbentuk garuda. Pemanggilan tersebut dalam rangka diskusi soal rencana pra-desain Istana Presiden di ibu kota baru.

Mereka adalah para arsitek di bawah naungan Ikatan Ahli Perencana Wilayah dan Kota (IAP), Ikatan Ahli Arsitek Indonesia (IAI), Ikatan Ahli Rancang Kota Indonesia (IARKI), Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia (IALI), hingga Green Building Council Indonesia (GBCI).

Dalam keterangan resmi Bappenas, Senin (5/4/2021) sejumlah aspek seperti lingkungan, budaya, hingga progres Master Plan IKN menjadi topik diskusi.


Salah satu pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah desain Istana Negara yang hingga saat ini, masih memasuki tahap gagasan awal sehingga prosesnya terus bergulir dan tentu dapat diperdalam serta didiskusikan bersama para ahli di bidang arsitektur dan perencanaan.

"Saya berterima kasih sekali atas masukan dari rekan-rekan arsitek, dari IAP, IAI, IARKI, IALI, GBCI, dan masyarakat luas," kata Suharso.

"Kita pikirkan, bangunan burung garuda, secara arsitektur bagaimana atau secara security-nya, kita bisa diskusikan," jelasnya.

Untuk pembangunan Istana Negara, Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sudah menyelaraskan materi Master Plan Ibu Kota Negara dan Urban Design Ibu Kota Negara.

Desaiin Garuda Istana Negara Ibu Kota Baru (Instagram/@Jokowi)Foto: Desaiin Garuda Istana Negara Ibu Kota Baru (Instagram/@Jokowi)
Desaiin Garuda Istana Negara Ibu Kota Baru (Instagram/@Jokowi)

Dalam membangun IKN, Suharso memastikan aspek lingkungan adalah salah satu elemen penting yang akan terus menjadi perhatian utama pemerintah. Pemerintah memastikan pembangunan akan memperhatikan pelestarian lingkungan.

"Pembangunan ini sangat amat memperhatikan lingkungan hidup, bahkan kita menghutankan kembali hutan yang sudah rusak. Semua hitungan dalam proses perencanaan dan rancangan Ibukota Negara sudah kita perhitungkan, prosesnya sudah mengikuti kaidah yang bisa diterima dan paling penting tidak melanggar undang-undang," tegasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading