Ada Prabowo, RI dan Jepang Kompak Kutuk Junta Myanmar

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
30 March 2021 20:48
Japan's Prime Minister Yoshihide Suga, center, walks with Indonesian Foreign Minister Retno Marsudi, left, and Indonesian Defense Minister Prabowo Subianto after a photo session at the prime minister's official residence in Tokyo Tuesday, March 30, 2021. The Indonesian ministers are visiting Tokyo for security discussions focusing on China's growing assertiveness in regional seas. (AP Photo/Eugene Hoshiko, Pool)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Lestari Priansari Marsudi bersama Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto Djojohadikusumo melakukan kunjungan ke Tokyo, Jepang pada 28-30 Maret 2021.

Keduanya melakukan pertemuan 2+2 (two plus two) bersama dengan Menlu Jepang Toshimitsu Motegi dan Menhan Nobuo Kishi. Ini merupakan balasan dari kunjungan Perdana Menteri (PM) Jepang Yoshihide Suga ke Indonesia beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan bersama, kedua Menlu dan Menhan dari masing-masing negara membicarakan banyak hal, termasuk masalah Myanmar. Kedua negara sepakat mengutuk kudeta yang dilakukan junta militer Burma tersebut.


"Mengenai Myanmar, Indonesia dan Jepang memiliki keprihatinan yang sama melihat perkembangan situasi di Myanmar," kata Retno dalam pertemuan virtual pada Selasa (30/3/2021).

"Indonesia menolak keras penggunaan kekerasan oleh aparat keamanan yang menyebabkan jatuhnya lebih dari 100 korban meninggal pada tanggal 27 Maret 2021. Hal ini tidak dapat diterima," katanya, menambahkan penggunaan kekerasan yang dilakukan junta militer harus segera dihentikan, agar tidak ada lagi korban yang berjatuhan.

Tak hanya mengutuk, Indonesia juga terus berupaya melakukan dialog dengan berbagai pihak, termasuk pihak Myanmar guna membantu menyelesaikan konflik yang terjadi.

"Dialog harus terus diupayakan. Hanya melalui dialog Myanmar akan dapat menyelesaikan masalah mereka," lanjutnya. "Saya juga menghargai dukungan Jepang terhadap upaya ASEAN untuk melibatkan Myanmar."

Selain soal Myanmar, pertemuan tersebut juga membicarakan soal melanjutkan kerja sama antara kedua negara di banyak sektor, termasuk sektor infrastruktur, serta kerja sama bilateral kedua negara di bidang maritim.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading