Bukan Ngadi-Ngadi, RI Memang Doyan Impor Beras, Ini Buktinya!

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
29 March 2021 15:20
Dorektur Utama Food Station Cipinang Arif Prasetyo Adi menyerahkan beras secara simbolis kepada Kasatgas Pangan Polri Kombes Pol Nico Afinta di acara Peluncuran Operasi Pasar di Pasar Induk Beras, Jakarta Timur, Kamis (22/11). Bulog menyerahkan  100 ton beras yang akan dikirim ke pasar-pasar dengan melepas harga Rp 8500 untuk pasar Induk Cipinang dan pasar turunan lain di jual seharga Rp 9000. Harga untuk menjaga stabilitas harga pangan jelang perayaan hari natal dan tahun baru. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa Indonesia tidak mengimpor beras dalam tiga tahun terakhir. Namun data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan impor beras masih terjadi.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menegaskan, data impor dari BPS itu bukan beras umum yang dikonsumsi masyarakat atau beras medium. Impor masih dilakukan untuk beras khusus, beras premium antara lain untuk kebutuhan restoran.

"Kalau ada valuasi data dari BPS beras masuk, itu beras khusus. Itu hanya untuk kebutuhan hotel dan restoran yang bersifat khusus," tegas Buwas, sapaan akrab Budi Waseso, dalam keterangan pers, Senin (29/3/2021).


Bagaimana gambaran impor beras Indonesia?

Berdasarkan data BPS, volume impor beras pada 2020 adalah 356,29 juta kg, turun 19,85% dibandingkan 2019.

Sejak 2012, rata-rata impor beras Indonesia naik 64,71% per tahun. Kenaikan tertinggi terjadi pada 2018, yaitu mencapai 638,29%.

Halaman Selanjutnya --> Harga Beras Nasional Relatif Stabil

Harga Beras Nasional Relatif Stabil
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading