Mantul! Lembaga Ini Galang Dana 'Jumbo' Untuk RI

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
24 March 2021 16:02
Suasana Kantor Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria tampak kosong,Senin (30/11). Usai Ahmad Riza terkonfirmasi positif corona, gedung Blok B Balai Kota ditutup sementara. Penutupan hanya berlaku untuk Gedung B. Aktifitas gedung lainya berjalan normal.Kasus Covid-19 bertambah sebanyak 4.617 orang hari ini, Senin (30/11). Total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia menembus 538.883 orang. DKI Jakarta menyumbang 1.099 kasus baru Covid-19. Total kasus Covid-19 di DKI Jakarta menjadi 136.861 orang. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga pendanaan asal Singapura, Impact Credit Solutions (ICS) gelontorkan dana senilai US$ 40 juta atau setara Rp 480 miliar untuk investasi di bidang pemulihan dan pembangunan ketahanan kesehatan Indonesia pasca pandemi Covid-19.

Dana tersebut dikumpulkan dari beberapa lembaga bantuan internasional seperti USAID, US International Development Finance Cooperation (DFC), Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Australia, serta beberapa investor lainnya.

"Kami bersyukur bahwa kami berkesempatan untuk membantu partner lokal kami berkontribusi dalam pemulihan pasca Covid-19," ucap CEO ICS Reinier Musters, dalam keterangan resmi, Rabu (24/3/2021).


Dana ini, akan disebar langsung untuk membantu Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang terdampak pandemi, seperti klinik, rumah sakit, serta apotik dan toko obat lainnya.

Mereka juga memastikan, pinjaman yang diberikan ini akan dikenakan bunga yang rendah. Selain itu mereka juga berharap dana tersebut juga dapat digunakan untuk program kesetaraan gender di masa depan.

Kepala Pengembangan Bisnis ICS Febe Rahellea mengaku optimis, bahwa program bantuan dana ini akan mengembalikan kembali geliat perekonomian.

"Saya melihat efek dari krisis ini di Jakarta setiap harinya, di mana saya yakin ini masih jauh dari garis akhir. Kami melihat sistem fasilitas kesehatan masih menghadapi permasalahan yang panjang dan kami harap kami bisa membantu," katanya.

Sebagai informasi, perekonomian Indonesia sendiri ikut terpukul oleh pandemi Covid-19. Pada tahun ini, ekonomi Indonesia terkontraksi 2,07% dibanding tahun 2019. Hal ini karena beberapa pembatasan mobilitas ketat yang diberlakukan pemerintah untuk menanggulangi penyebaran virus yang telah menjangkiti ratusan juta orang di dunia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tak Habis-habis, Kasus Positif Covid-19 Nambah Ceban Lagi


(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading