Tes Covid-19 untuk WNA Disebut Pemborosan, Ini Jawaban Satgas

News - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
19 March 2021 15:57
Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo  (Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tak ada negara yang terbebas dari Covid-19, terbukti dari WNA yang datang/masuk ke Indonesia yang membawa dokumen pernyataan negatif, ternyata positif setelah dilakukan test.

"Kebijakan pemerintah dimulai 28 Desember terkait kedatagan WNA dan WNI, sebagai upaya menjaring agar efektif," ujar Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo di Jakarta, Jumat (19/3/2021).

Menurutnya, salah satu keberhasilan PPKM Mikro yang saat ini berjalan adalah dari ketelitian petugas dalam menjalankan program kekarantinaan. Bagi WNA/WNI yang baru tiba di Indonesia dan dinyatakan positif langsung masuk isolasi. Sementara bagi yang negatif harus dikarantina.


"Setelah karantina dilakukan swab kedua. Ada yang positif, ada yang negatif. Ada 547 orang setelah swab kedua positif. beberapa pihak bilang ini pemborosan. Namun mau memilih mana?," katanya.

Maksud Doni, lebih baik membiayai test swab PCR bagi mereka yang terpapar dibanding membiarkannya pulang ke kampung halaman. Sebab, jika hal tersebut terjadi, berapa banyak orang yang akan terpapar.

"Ini menyangkut masalah kesehatan harus betul-betul teliti," ujarnya.

Sebelumnya, tepatnya pada pertengahan Februari, Doni mencatat sebanyak 1.214WNI dan WNA yang tiba dari luar negeri terkonfirmasi positif.

Doni mengatakan data Satgas Covid-19 per 28 Desember 2020 hingga 18 Februari 2021 memperlihatkan ada sebanyak 1.092 WNI dan 122 WNA terkonfirmasi positif corona saat tiba di Tanah Air.

Sebanyak 1.214 pendatang tersebut dinyatakan positif corona setelah Satgas Covid-19 memeriksa setidaknya 58.882 spesimen.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading