Jokowi Telepon Sultan Brunei, Ajak ASEAN Bahas Krisis Myanmar

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
19 March 2021 12:39
Akisi demo di Myanmar terus berlanjut. AP/

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendesak agar dialog dan rekonsiliasi segera dilakukan memulihkan stabilitas di Myanmar, menyusul aksi kekerasan yang dilakukan junta militer terhadap warga sipil dalam beberapa waktu terakhir.

Hal tersebut ditegaskan Jokowi merespons situasi terkini Myanmar. Pernyataan ini disampaikan kepala negara secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/3/2021).

"Indonesia juga mendesak agar dialog rekonsiliasi segera dilakukan untuk memulihkan demokrasi, untuk memulihkan perdamaian, dan untuk memulihkan stabilitas di Myanmar," kata Jokowi.

Jokowi mengaku akan segera menggelar pembicaran dengan Sultan Brunei Darussalam selaku Ketua ASEAN agar dibuka kemungkinan untuk menggelar pertemuan tingkat tinggi antara negara kawasan untuk membahas krisis di Myanmar.

Meski demikian, belum jelas apakah pertemuan ini akan melibatkan sejumlah pimpinan tinggi kepala negara. Pasalnya, para menteri di ASEAn sebelumnya telah melakukan pertemuan untuk membahas krisis di Myanmar.

"Saya akan segera melakukan pembicaraan dengan Sultan Brunei Darussalam sebagai ketua ASEAN agar segera dimungkinkannya diselenggarakan pertemuan tingkat tinggi ASEAN yang membahas krisis di Myanmar," tegasnya.

Pemerintah Indonesia lantas mendesak agar penggunaan kekerasan di Myanmar segera dihentikan, agar tak ada lagi korban yang berjatuhan. Menurutnya, keselamatan dan kesejahteraan rakyat harus diprioritaskan.

"Keselamatan dan kesejahteraan rakyat harus menjadi prioritas utama," tegas Jokowi.

"Atas nama pribadi dan seluruh rakyat Indonesia, saya menyampaikan duka cita dan dan simpati yang dalam kepada korban dan keluarga korban akibat penggunaan kekerasan di Myanmar," tegas Jokowi.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading