Saat Luhut Curhat Soal Jepang: Saya Dituduh Pro-China!

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
19 March 2021 10:29
Luhut Binsar Pandjaitan. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia tengah menggarap proyek ambisius mobil listrik sejak beberapa waktu lalu. Namun, ternyata ada pihak yang tidak senang dengan megaproyek ini, salah satunya adalah Jepang.

"Jepang marah pada kita. Mereka bertanya mengapa kami tidak mempertimbangkan untuk mengembangkan mobil hybrid terlebih dahulu," dalam diskusi dengan Ikatan Alumni ITB Sumatera Utara di akun youtube resminya beberapa waktu lalu.

Negara Asia Timur itu khawatir proyek ini bakal mengganggu bisnis otomotifnya yang sudah terbangun selama puluhan tahun di Indonesia. Kemarahan itu memancing tudingan kepada Luhut yang terlalu dekat dengan China. Pasalnya, proyek pembangunan baterai Lithium menyertakan perusahaan asal China yakni CATL.

"Dan saya dituduh pro-China, saya bilang urusan apa pro-China. Mengapa kita harus hibrida sementara kita bisa langsung mengembangkan kendaraan listrik?"

Luhut Binsar Pandjaitan. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)Foto: Luhut Binsar Pandjaitan. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)



Keyakinan Luhut untuk mengembangkan mobil listrik karena Indonesia memiliki cadangan besar dalam sumber daya alam. Indonesia kaya akan kandungan nikel yang merupakan komponen utama mobil listrik.

"Kuncinya adalah baterai lithium dan kami memiliki cadangan bijih nikel terbesar di dunia. Beberapa tahun yang lalu, kami mulai mengembangkan industri hilir [untuk nikel] tetapi kami tidak dapat melakukannya sendiri. Kami tidak memiliki aplikasi teknologi lengkap jadi kami berhubungan dengan China," kata Luhut.

Meski sempat menuduh Luhut Pro China, namun pada akhirnya beberapa pabrikan Jepang ikut untuk menanamkan investasinya. Toyota berkomitmen investasi Rp28,3 triliun Mitsubishi sebesar Rp 11 triliun serta Honda dengan Rp. 5,2 triliun.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading