7 Roket Gempur Pangkalan AS di Irak, 5 Jatuh di Desa Tetangga

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
16 March 2021 16:07
Roket menghiasi langit Queensland. (Tangkapan Layar via ABC Australia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak tujuh roket diluncurkan dan menargetkan pangkalan udara pasukan Amerika Serikat (AS) di utara Baghdad, Irak, Senin (15/3/2021).

Namun demikian, menurut AFP, ketujuh roket itu gagal mengenai area vital pangkalan tersebut. Sebanyak lima roket di antaranya dikabarkan jatuh di desa di Diyala, provinsi tetangga dari pangkalan itu.

Sejauh ini, belum dilaporkan ada korban jiwa atau kerusakan. Belum ada juga pihak yang mengaku bertanggung jawab terkait serangan tersebut.

Sebagai catatan, ini merupakan serangan terbaru yang terhadap lokasi di mana pasukan AS beroperasi.

Sebelumnya per 3 Maret, seorang sub-kontraktor AS tewas dalam serangan serupa terhadap pangkalan udara lain, Ain Al-Assad, di gurun barat Irak. Itu terjadi beberapa hari setelah AS membom sebuah depot perbatasan di negara tetangga Suriah yang diyakini Pentagon digunakan milisi pro Iran.




Presiden AS Joe Biden menggambarkan serangan 25 Februari itu sebagai peringatan bagi Iran. Bahkan AS siap berhadapan dengan siapapun, termasuk pihak Teheran, untuk melindungi kepentingan mereka di wilayah itu.

"Apa yang mereka [Iran] harus ambil dari ini, sekali lagi, adalah bahwa kami akan mempertahankan pasukan kami dan tanggapan kami akan bijaksana. Ini akan sesuai," ujar Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin. "Kami berharap mereka akan memilih untuk melakukan hal yang benar," lanjutnya.

Beberapa faksi kecil mulai muncul di Irak. Tahun lalu, kelompok seperti itu mengklaim serangan roket.

Pejabat keamanan AS dan Irak menyatakan mereka yakin faksi-faksi kecil ini adalah kelompok garis depan dan mewakili faksi pro-Iran terkemuka, termasuk Kataeb Hezbollah dan Asaib Ahl al-Haq.

Kelompok tersebut diketahui sangat menentang koalisi pimpinan AS yang ditempatkan di Irak sejak 2014. AS sebelumnya menempatkan pasukan untuk membantu lokal memukul balik kelompok ISIS.


[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading