Orang Texas Sudah Boleh Copot Masker, Warga +62 Kapan?

News - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
04 March 2021 16:45
The area around the Colosseum looks deserted, in Rome, Thursday, Dec. 24, 2020. Italy went into a modified nationwide lockdown Thursday for the Christmas and New Year period, with restrictions on personal movement and commercial activity similar to the 10 weeks of hard lockdown Italy imposed from March to May when the country became the epicenter of the outbreak in Europe. (Cecilia Fabiano/LaPresse via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ada kabar mengejutkan yang datang dari Texas Amerika Serikat (AS). Gubernur Texas Gregg Abbot mengumumkan bahwa penggunaan masker sudah tidak diperlukan lagi dan sektor usaha diperbolehkan untuk beroperasi dengan kapasitas penuh. 

Amerika memang agresif dalam menyuntikkan vaksin ke masyarakatnya. Sampai dengan awal Maret saja sudah 15,64% dari total populasinya disuntik vaksin. Memang jumlah orang yang divaksinasi secara penuh lebih sedikit karena satu orang butuh dua dosis, tetapi kasus infeksi drop. 

Tren kasus infeksi harian di AS ambles 64% sejak awal tahun. Tingkat keketatan (stringecy) pun turun. Perlahan-lahan AS mulai membuka kembali ekonominya. Sektor manufaktur dan jasa di AS terus menunjukkan kondisi yang ekspansif. 


Namun di Eropa beda cerita dengan AS. Kebanyakan negara-negara di Eropa masih melanjutkan pembatasan dengan ketat. Apalagi setelah varian baru virus Corona yang diklaim lebih menular terus merebak. 

Di Perancis, lockdown yang baru diterapkan di Riviera. Di Jerman penggunaan masker diwajibkan di toko dan transportasi umum. Di Cheko bahkan karantina wilayah diperketat. 

Belgia dan Spanyol lanjutkan karantina. Belgia sampai April sedangkan Spanyol sampai dengan Mei. Di Eropa ada beberapa negara yang sudah mulai melakukan pelonggaran. 

Di Denmark sejak awal bulan Maret beberapa toko mulai diperbolehkan buka, begitu juga aktivitas umum di luar ruangan seperti olahraga juga mulai diizinkan. Namun tetap ada batasan maksimal 25 orang. 

Sementara di Belanda pelajar pada tingkatan pendidikan menengah mulai diperbolehkan masuk ke sekolah tetap dengan pembatasan waktu. Di Italia juga menempuh kebijakan yang serupa terutama untuk mereka yang menempuh pendidikan tinggi.

Bagaimanapun juga meski vaksinasi Covid-19 sudah digenjot di banyak negara, tetapi apabila pelonggaran yang dilakukan terlalu kebablasan hanyalah akan menimbulkan konsekuensi berupa gelombang infeksi lanjutan yang tak berkesudahan. 

Masih banyak hal yang belum dipahami umat manusia tentang pandemi ini. Butuh riset puluhan tahun bahkan di saat yang sama manusia harus mempersiapkan diri untuk serangan wabah yang lain. 

Pakar epidemiologi hingga para dokter terus mewanti-wanti bahwa meskipun vaksinasi sudah digenjot tetapi social distancing dan protokol kesehatan masih perlu dilakukan untuk meminimalkan kemungkinan kenaikan infeksi di kemudian hari. 

Apabila dilihat secara sekilas, negara-negara yang agresif dalam melakukan vaksinasi seperti Israel, Inggris dan AS mulai mencatatkan penurunan kasus. Tiga negara tersebut merupakan negara yang paling agresif dalam menyuntikkan vaksin, terlihat dari cakupan populasi yang sudah diimunisasi setidaknya satu kali suntik.

Namun sebenarnya ada banyak faktor yang mempengaruhi penurunan kasus. Bisa saja kasus turun karena memang merupakan kombinasi kebijakan vaksinasi yang agresif serta pengetatan seperti yang dilakukan di Inggris. 

Untuk kasus Israel, lockdown pun diperketat akhir tahun lalu. Saat karantina wilayah diterapkan secara masif, pemerintah memanfaatkan momentum tersebut untuk menggenjot vaksinasi. Kebetulan wilayah geografis dan ukuran populasi yang kecil juga mendukung. Oleh karena itu kasus mulai melandai dan pelonggaran dilakukan.

Satu hal yang perlu dicatat juga adalah bisa saja kasus melandai karena monitoring perkembangan pandemi menjadi kendor. Jumlah tes yang dilakukan menurun atau inkonsisten, pelacakan tidak dilakukan secara komprehensif. Hal ini yang seharusnya dihindari. 

Apa Kabar Indonesia?
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading