Internasional

Awas Perang! Israel 'Ngamuk' ke Iran

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
03 March 2021 17:40
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berhenti saat pernyataan bersama dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo di Yerusalem, Kamis, (19/11/2020). (AP Photo / Maya Alleruzzo, Pool)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menuduh Iran menyerang kapal milik Israel di Teluk Oman pekan lalu. Penyerangan itu menyebabkan ledakan misterius.

Tanpa menawarkan bukti apa pun atas klaimnya, Netanyahu mengatakan bahwa "itu memang tindakan Iran, itu jelas."

"Iran adalah musuh terbesar Israel, saya bertekad untuk menghentikannya. Kami melakukannya di seluruh wilayah," katanya pada hari Senin (1/3/2021), dikutip dari Associated Press (AP News).

Iran segera menepis tuduhan itu, mengatakan "menolak dengan keras" klaim bahwa mereka berada di balik serangan itu.

Dalam jumpa pers, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Saeed Khatibzadeh mengatakan Netanyahu "menderita obsesi dengan Iran" dan menggambarkan tuduhannya sebagai "penjual rasa takut."

Khatibzadeh juga menuduh Israel mengambil "tindakan mencurigakan di kawasan itu" terhadap Iran dalam beberapa bulan terakhir untuk merusak kesepakatan nuklir 2015, tanpa menjelaskan lebih lanjut, dan berjanji Iran akan menanggapi.

"Israel tahu betul bahwa tanggapan kami di bidang keamanan nasional selalu sengit dan akurat," katanya.



Sebelumnya muncul ledakan di MV Helios Ray milik Israel, kapal kargo kendaraan roll-on berbendera Bahama, saat berlayar keluar dari Timur Tengah dalam perjalanan ke Singapura pada Jumat (26/2/2021) lalu. Menurut pejabat pertahanan Amerika Serikat (AS), tidak ada awak yang terluka. Tetapi, kapal itu mengalami dua lubang di sisi kiri dan dua di sisi kanan tepat di atas garis air.

Kapal itu datang ke pelabuhan Dubai untuk diperbaiki pada Minggu (28/2/2021), beberapa hari setelah ledakan tersebut menghidupkan kembali kekhawatiran keamanan di perairan Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Iran telah berusaha menekan AS untuk mencabut sanksi terhadap Teheran ketika pemerintahan Presiden Joe Biden mempertimbangkan opsi untuk kembali ke negosiasi dengan Iran mengenai program nuklir.

Biden telah berulang kali mengatakan AS akan kembali ke kesepakatan nuklir antara Teheran setelah pendahulunya, Donald Trump, menarik diri dari tahun 2018 hanya setelah Iran memulihkan kepatuhan penuhnya terhadap kesepakatan tersebut.

Ledakan di kapal milik Israel pekan lalu seolah mengulang ketegangan musim panas 2019, ketika militer AS menuduh Iran menyerang beberapa kapal tanker minyak di Teluk Oman dengan ranjau. Ranjau itu dirancang untuk dipasang secara magnetis ke lambung kapal.

Teluk Oman mengarah melalui Selat Hormuz yang sempit, jalur penting untuk pasokan minyak dunia. Teheran membantah tuduhan pihaknya berada di balik serangan ranjau.

Masih belum jelas apa yang menyebabkan ledakan hari Jumat di Helios Ray. Kapal tersebut telah mengeluarkan mobil di berbagai pelabuhan di Teluk Persia sebelum ledakan memaksanya untuk berbalik arah. Selama akhir pekan, menteri pertahanan dan panglima militer Israel telah mengindikasikan mereka menganggap Iran bertanggung jawab atas apa yang mereka katakan sebagai serangan terhadap kapal tersebut.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading