Sekali Suntik, Benarkah Vaksin CanSino Bisa Tangkal Covid-19?

News - Redaksi CNBC Indonesia, CNBC Indonesia
01 March 2021 14:29
INFOGRAFIS, CanSino, Vaksin Covid-19 Pertama yang Dipatenkan China

Jakarta, CNBC Indonesia - Efektivitas vaksin CanSino diklaim memiliki persentase hingga 90% dalam mencegah kasus infeksi Covid-19 yang masuk kategori parah. Lantas, bagaimana faktanya?

Hal tersebut terungkap dari analisis data interim uji klinis tingkat tiga yang secara umum menemukan vaksin CanSino memiliki tingkat efikasi lebih dari 65%.

Mengutip South China Morning Post, vaksin Covid-1, CanSino kini tengah dikaji untuk mendapat izin penggunaan umum oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan China (NMPA).


Vaksin ini diketahui sudah digunakan di beberapa negara, seperti Meksiko dan Pakistan. Negara yang disebut pertama, bahkan telah merestui penggunaan vaksin CanSino.

Vaksin CanSino saat ini menjadi salah satu vaksin Covid-19 di dunia yang hanya perlu sekali suntik alias dosis tunggal. Vaksin dosis tunggal lainnya dikembangkan oleh Johnson & Johnson yang belakangan ini juga baru mendapat izin resmi di Amerika Serikat (AS).

"Kami memiliki data enam bulan yang membuktikan efikasi vaksin. Orang-orang tidak perlu diberi satu dosis lagi dalam enam bulan pertama setelah vaksinasi pertama," kata ahli penyakit infeksi, Chen Wei, dari Institute of Military Medicine yang turut mengembangkan vaksin CanSino seperti dilansir Global Times.

Chen menyebut vaksin CanSino juga bisa diberikan dalam dua dosis. Ia memprediksi efek perlindungan vaksin dapat diperkuat dan bertahan sampai dua tahun bila diberikan dalam dua dosis berselang enam bulan.

CanSino memiliki target memproduksi sekitar 500 juta dosis vaksin Covid-19 di tahun ini.


[Gambas:Video CNBC]

(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading