Top! Jokowi Resmikan Kereta Listrik Lintas Yogyakarta - Solo

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
01 March 2021 11:31
Peresmian pengoperasian kereta rel listrik lintas Yogyakarta-Solo, Yogyakarta,  Senin (1/3/2021). (Tangkapan layar Youtube Setpres RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada hari ini meresmikan pengoperasian Kereta Rel Listrik Lintas Yogyakarta - Solo, di Yogyakarta, Senin (1/3/2021). Ini merupakan rangkaian kunjungan kerja Jokowi di sana.

Berdasarkan pemantauan CNBC Indonesia melalui live streaming YouTube Sekretariat Presiden, Jokowi tiba di stasiun sekitar pukul 10:30 WIB dan langsung mendengarkan penjelasan petugas.

Jokowi terlihat didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X.


"Dengan mengucap Bismillahirrohmanirrohim, hari ini saya resmikan operasi kereta listrik lintas Yogjakarta - Solo," kata Jokowi di lokasi peresmian.

Pembangunan KRL ini adalah salah satu upaya Kementerian Perhubungan dalam rangka menyediakan transportasi massal ramah lingkungan, mengurangi polusi, dan kemacetan serta membiasakan masyarakat untuk mulai bepergian dengan angkutan umum.

KRL ini merupakan perbaikan dari layanan Kereta Api Prambanan Ekspres (Prameks) yang melayani rute perjalanan Solo-Yogyakarta berhenti beroperasi mulai, Rabu (10/2/2021). Perjalanan kereta antar kedua kota kini digantikan dengan Kereta Rel Listrik (KRL) Solo-Yogyakarta.

Peresmian pengoperasian kereta rel listrik lintas Yogyakarta-Solo, Yogyakarta,  Senin (1/3/2021). (Tangkapan layar Youtube Setpres RI)Foto: Peresmian pengoperasian kereta rel listrik lintas Yogyakarta-Solo, Yogyakarta, Senin (1/3/2021). (Tangkapan layar Youtube Setpres RI)
Peresmian pengoperasian kereta rel listrik lintas Yogyakarta-Solo, Yogyakarta, Senin (1/3/2021). (Tangkapan layar Youtube Setpres RI)

Pembangunan KRL Yogya - Solo sepanjang 62 KM ini telah dimulai sejak tahun 2019 dan selesai tepat waktu pada akhir tahun 2020. Pembangunan tersebut meliputi 3 aspek yaitu :

Pertama, pembangunan sistem jaringan elektrifikasi KRL. Pembangunan ini meliputi jaringan listrik di atas rel ganda, pembangunan gardu listrik sebagai generator untuk supply tenaga listrik bagi KRL, serta pengadaan sarana kereta api.

Kedua, penyiapan 11 stasiun pemberhentian KRL yang didalamnya termasuk mengaktifkan beberapa stasiun yang tidak digunakan oleh rute Prameks. Ke-11 stasiun tersebut yaitu Stasiun Yogyakarta, Stasiun Lempuyangan, Stasiun Maguwo, Stasiun Brambanan, Stasiun Srowot, Stasiun Klaten, Stasiun Ceper, Stasiun Delanggu, Stasiun Gawok, Stasiun Purwosari, dan berakhir di Stasiun Solo Balapan.

Penambahan stasiun untuk operasional KRL ini juga upaya Kementerian Perhubungan untuk mengakomodir permintaan masyarakat yang mengeluhkan jauhnya stasiun-stasiun Prameks bagi mereka yang akan bepergian.

Sehingga, masyarakat tidak punya pilihan selain menggunakan kendaraan pribadi. Penambahan stasiun ini ke depan juga akan diikuti dengan pembangunan layanan integrasi antar moda lanjutan seperti angkutan perkotaan dan sebagainya.

Ketiga, pembangunan sarana pendukung seperti gate masuk, e-ticketing, dan sebagainya. Melalui e-ticketing ini, calon penumpang dapat melakukan pembayaran dengan Kartu Multi Trip (KMT), Commuterpay, Uang elektronik bank dan bisa melalui aplikasi yang menyediakan fasilitas scan barcode.

"Kita harapkan ini bisa membantu baik mobilisasi orang maupun barang dari Jogja ke Solo," kata Jokowi.


[Gambas:Video CNBC]

(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading