Ada Kebijakan DP Nol Rupiah, 'Jualan' Mobil Laris Manis?

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
21 February 2021 08:15
Honda Brio (Dok. Image Dynamics)

Jakarta, CNBC Indonesia - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda menilai kebijakan DP 0% yang dirilis Bank Indonesia memang bisa meningkatkan permintaan untuk properti dan kendaraan bermotor. Namun dia memberikan catatan atas kebijakan itu, terutama untuk kendaraan bermotor.

"Tapi kita harus bilang juga itu nggak signifikan," ujarnya dalam program Profit CNBC Indonesia yang dikutip, Minggu (21/2/2021).

Menurut Nailul, sebagian masyarakat akan menunda membeli kendaraan meski ada kebijakan uang muka 0%. Sebab, saat ini pemerintah masih membatasi mobilitas, sehingga membeli kendaraan dinilai belum perlu.

Di sisi lain dengan adanya kebijakan moneter dari BI dan fiskal pemerintah melalui diskon PPnBM, ada juga masyarakat yang ingin memiliki kendaraan dengan mudah.

Namun, menjadi tidak sejalan dengan upaya penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah, yakni dengan membatasi mobilitas masyarakat.



"Sehingga kebijakan moneter yang diambil dengan mempermudah kredit mobil dan sebagainya itu kontradiktif dengan apa yang kita inginkan untuk penanganan Covid-19," tegasnya.

Sebagai informasi, BI memperbolehkan perbankan untuk memberikan biaya uang muka atau (down payment/DP) sebesar 0% untuk pembelian kendaraan bermotor. Hal ini diharapkan bisa membantu pertumbuhan sektor otomotif di tahun ini setelah pada 2020 lalu tertekan akibat Covid-19.

Aturan ini akan berlaku mulai mulai 1 Maret hingga 31 Desember 2021 dengan syarat dan ketentuan berlaku.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

6 Uang Rupiah Tak Laku 2021, di Toko Online Dijual Jutaan


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading