Banyak WFH, Perkantoran di Jakarta Banting Harga Sewa!

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
05 February 2021 14:27
Suasana gedung perkantoran di Jakarta, Kamis (20/9/2018). Lembaga riset properti Colliers International Indonesia dalam laporannya menyebutkan ada 500.000 ribu square meter lahan perkantoran baru yang siap disewakan di Jakarta hingga akhir 2018. Di mana 64% di antaranya berada di kawasan sentral bisnis atau Central Business Dictrict (CBD).Sayangnya, naiknya jumlah kantor tidak diikuti dengan kenaikan permintaan. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Suplai ruang perkantoran di Jakarta meningkat pada tahun ini. Namun, adanya tambahan pasokan justru mengakibatkan industri perkantoran akan kelebihan pasokan. Hal ini berdampak pada pemilik yang menurunkan harga sewanya, tahun lalu saja sudah turun 7%.

Dari data Colliers International, di CBD Jakarta secara kumulatif meningkat 3,2% year on year pada 2020 menjadi 6,87 juta meter persegi. Tahun ini ada lima perkantoran yang selesai pengerjaannya di CBD sehingga menambah pasokan 230 meter persegi.

Sementara di luar CBD setelah ada 3 konstruksi kantor yang selesai sehingga ada tambahan 85 ribu meter persegi pasokan kantor di kuartal 4. Sehingga total kumulatif menjadi 3,58 meter persegi atau naik 2,4% di 2020 year on year.


"Tahun ini juga akan meningkat suplainya dari lima konstruksi bangunan yang selesai sehingga tercatat suplai di luar CBD mencapai 3,73 juta meter persegi," kata Senior Manager Research Jakarta, Colliers Indonesia, Eko Arfianto dalam riset yang diterima CNBC, Jumat (5/2/2021).

Eko melihat ketidakpastian akibat pandemi Covid -19 akan menjadi tantangan buat developer. Selain melambatnya progress konstruksi bangunan transaksi di property juga semakin menurun.

Banyak juga perusahaan yang melanjutkan aturan work from home membuat penyewaan kantor akan mengurangi penggunaan kantor dalam pembaruan kontrak. Sementara land lord tentunya akan lebih terbuka dan fleksibel untuk negosiasi kontrak. Karena mengamankan kontrak akan menjadi hal yang krusial untuk para pemilik lapak.

Colliers juga mencatat okupansi perkantoran menurun 3% secara year on year. Pihaknya memproyeksikan masih ada potensi kenaikan permintaan untuk di kawasan CBD karena pemulihan ekonomi. Tapi untuk di luar CBD akan mengalami tren penurunan di dua tahun ke depan.

"Pandemi Covid - 19 menekan harga rental perkantoran dan jumlah penyewa. Di 2020 dan turun 7% year on year. Dengan permintaan yang moderat land lord akan memasang harga yang kompetitif di tahun ini," katanya.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading