Produksi Blok Cepu Lesu, Apa Nih Alasan Exxon?

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
04 February 2021 19:07
Infografis: Mengintip tulang punggung Minyak RI

Jakarta, CNBC Indonesia - Produksi minyak Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, Jawa Timur, yang dioperasikan ExxonMobil Cepu Ltd, mulai 2022 akan mengalami penurunan. Kondisi ini menandakan masa puncak produksi Blok Cepu telah lewat.

Vice President Public and Government Affairs ExxonMobil Indonesia Azi N. Alam mengatakan, sesuai dengan proposal pengembangan (Plan of Development/ PoD) Banyu Urip, periode puncak produksi diperkirakan hanya sekitar dua tahun dengan rata-rata produksi tahunan sebesar 165.000 barel per hari (bph).


"Meskipun demikian, semenjak full facility start-up, kami telah berproduksi puncak hingga 225.000 bph selama sekitar lima tahun," ungkapnya, seperti dikutip dari keterangan resmi perusahaan, Kamis (04/02/2021).

Dengan peningkatan produksi hingga 225.000 bph, maka menurutnya telah terjadi peningkatan produksi sebesar 30% dari PoD awal dan juga puncak produksi tiga tahun lebih lama dari perkiraan semula.

"Dikarenakan karakteristik alami dari reservoir, yang umum berlaku di seluruh dunia, kami perkirakan produksi minyak Banyu Urip akan menurun," jelasnya.

Lebih lanjut Azi mengatakan, di samping upaya berkelanjutan, pihaknya akan terus mengoptimalkan produksi.

"Kami telah mempertahankan kinerja keselamatan dan keandalan yang luar biasa, serta pengoperasian hemat biaya," ujarnya.

Berdasarkan hasil kajian teknis yang Exxon lakukan, cadangan yang dapat dipulihkan (recoverable reserves) Banyu Urip telah meningkat lebih dari dua kali lipat dari PoD awal sebesar 450 juta barel minyak (MMBO) menjadi 940 MMBO.

Awal tahun ini, imbuhnya, Banyu Urip telah melampaui komitmen PoD awalnya dengan telah memproduksikan lebih dari 450 MMBO sejak awal mula produksi (start-up) pada bulan Januari 2016.

"Sebagai tulang punggung produksi minyak nasional, kami berharap dapat memproduksikan lebih dari dua kali lipat dari ekspektasi awal. Hal ini tentu sangat bermanfaat bagi semua pemangku kepentingan," tuturnya.

Berdasarkan data SKK Migas, produksi minyak Blok Cepu bisa turun menjadi di bawah 150.000 bph pada 2023, bila tidak dilakukan upaya penahanan laju penurunan alamiah ini. Bahkan, pada 2030 diperkirakan produksi bisa di bawah 100.000 bph bila tidak dilakukan upaya apapun.

Pada 2021 produksi minyak dari Blok Cepu ini ditargetkan sebesar 219.860 barel minyak per hari (bph) dan gas 55,16 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

ExxonMobil Indonesia Ganti Bos Baru


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading