Penanganan pandemi Covid-19

Beda dengan Jokowi, Ridwan Kamil Klaim PPKM Efektif

News - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
04 February 2021 17:18
Infografis, Daftar UMK 2020 se-Jawa barat

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) efektif meningkatkan kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan 3M di Jabar. Demikian disampaikan Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9, Kamis (4/2/2021).

"Di awal Januari kepatuhan warga Jabar memakai masker hanya 50% sekarang sudah 83%. Kemudian kepatuhan menjaga jarak tadinya 45% sudah naik ke 80%. Ini menunjukkan peningkatan luar biasa selama dua minggu saat kami menerapkan PPKM. Kalau ditanya ke saya apakah efektif meningkatkan kedisiplinan, saya menjawab bisa," ujarnya.

Selain itu, dia menargetkan dalam waktu dekat semua daerah di Jabar bisa semuanya hijau, yakni kepatuhan di atas 90%, dengan posisi saat ini di kisaran 80%. Dia menyatakan selain meningkatkan kedisiplinan, PPKM juga efektif mengurangi jumlah keterisian termpat tidur di rumah sakit dari 80% menjadi 69%.

"PPKM efektif dan kami sepakat dengan presiden bahwa PPKM akan dilanjutkan karena tren kedisiplinan dan tren keterisian RS bagus," kata Kang Emil.

Dia menyatakan Jabar membutuhkan waktu PPKM dua minggu lagi, baru setelah itu dievaluasi. Jika memang nanti hasilnya berjalan sesuai target maka barulah bisa dilonggarkan.



"Disiplinnya dipertahankan sehingga kegiatan ekonomi tidak usah seketat diberhentikannya seperti sekarang," ujar Kang Emil.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui pelaksanaan PPKM yang dilakukan sejak pertengahan bulan lalu tidak efektif menekan angka kasus Covid-19 di Tanah Air. Sebab, mobilitas dan penyebaran Covid-19 masih tetap tinggi.

"Berkaitan dengan PPKM 11 Januari-25 Januari, kita harus ngomong apa adanya, ini tidak efektif. Mobilitas juga masih tinggi, kita memiliki indeks mobility-nya ada, sehingga di beberapa provinsi covidnya tetap naik," tutur Jokowi pekan lalu.

Menurutnya, kebijakan ini tidak efektif karena implementasi di lapangan tidak tegas, sehingga esensi dari pembatasan kegiatan masyarakat ini tidak terlihat dan tidak menurunkan mobilitas di lapangan.

"Tetapi yang saya lihat di implementasinya kita tidak tegas dan tidak konsisten. Ini hanya masalah implementasi sehingga saya minta betul-betul turun ke lapangan," ujarnya.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading