RI Tak Lagi Impor Solar, B30 Nggak Boleh Kendor

News - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
04 February 2021 13:23
Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto (Tangkapan Layar)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN), Djoko Siswanto menegaskan bahwa sudah seharusnya program B30 di 2021 jalan terus guna mengurangi impor solar.

"B30 nggak boleh kendor. Jalan terus. Awalnya impor solar banyak, dengan B30, seperti yang sudah disampaikan bahwa Pertamina sudah tidak impor solar," katanya dalam CNBC Indonesia, Energy Corner Special Edition: Energy Outlook 2021 di Jakarta, Kamis (4/2/2021).

Tak hanya menggalakkan Bakar nabati (BBN), pemerintah juga akan mengurangi impor bensin melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Diharapkan banyak rumah tangga yang akan memanfaatkan solar cell untuk kebutuhan listrik di rumahnya.


"Kita dorong rumah tangga menggunakan kompor listrik dari solar cell. Terus menggunakan motor listrik dari solar cell," katanya.

Adapun tahun ini, pemerintah hampir selesai menyusun grand strategy energi nasional guna mewujudkan ketahanan kemandirian energi. Salah satunya dengan mendorong sekuat tenaga, memanfaatkan energi terbarukan.

"Kita akan berupaya kurangi impor energi. Impor bensin 60%, minyak bumi 30%, harus dikurangi," katanya.

Pengurangan impor energi dilakukan bukan tanpa alasan. Sebab ancaman krisis energi bisa saja terjadi jika Indonesia masih tergantung impor energi dari negara lain.

"Apabila negara tersebut menaikkan harga, maka akan beban negara, menjadi beban tekanan ekonomi. Untuk itu pemerintah berupaya meningkatkan produksi, menekan impor sekuat tenaga. Menyusun grand energi nasional, tahun 2040 mengurangi demand energi fosil kita," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading