Titah Jokowi ke Umat Konghucu: Rayakan Imlek Secara Sederhana

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
04 February 2021 11:38
Ilustrasi Klenteng. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas secara tertutup bersama jajaran Kabinet Indonesia Maju di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/2/2021).

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengemukakan, kepala negara telah memerintahkan jajarannya untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan saat perayaan Imlek yang jatuh pada 12 Februari

"Kami bertiga, pak menteri agama dan pak menteri kesehatan mendapatkan tugas dari bapak presiden untuk menyampaikan pesan pemerintah berkaitan dengan dilaksanakannya perayaan tahun baru imlek," kata Muhadjir

"Perayaan Imlek tahun ini memang masih berada dalam situasi pandemi, yaitu kita masih dalam suasana berupaya menangani wabah Covid-19," lanjut mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy  (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)Foto: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy (tengah) di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (4/2/2021). (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, pemerintah pada dasarnya memahami perayaan Imlek bagi umat Konghucu tak hanya sekedar perayaan pergantian tahun semata.

"Tetapi lebih daripada itu, sebagai hari raya keagamaan yang semestinya diperingati. Kami semua memahami umat Konghucu sangat bergembira, mereka sudah lama mempersiapkan pelaksanaan ibadah besar sebagai ungkapan rasa syukur," jelasnya.

Gus Tutut, sapaan akrabnya, juga memahami dalam setiap perayaan Imlek ada budaya pemberian angpau bagi sesama umat. Bahkan, ia mengaku juga pernah menerima angpau dari masyarakat yang merayakan imlek.

"Di pesantren milik keluarga kami, dekat sekali dengan pemukiman masyarakat Tionghoa, anak-anak santri dan saya ikut datang ke rumah saudara yang merayakan Imlek, dan kita senang mendapatkan angpau," katanya.

Namun, dalam situasi pandemi seperti saat ini, pemerintah meminta agar umat Konghucu dapat bermawas diri. Pemerintah meminta agar perayaan imlek dilakukan dengan cara sederhana.

"Misalnya dengan cara virtual, saya sudah berkomunikasi dengan tokoh agama Konghucu terkait pelaksanaan Imlek tahun ini agar dilaksanakan sederhana, dilaksanakan melalui virtual, dan tidak akan mengurangi makna perayaan," jelasnya.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading