RI Punya 3 Pabrik Bus Listrik, Salah Satunya Punya Moeldoko

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
02 February 2021 16:50
Pemprov DKI Jakarta hari ini mulai melakukan uji coba bis listrik yang nantinya akan digunakn oleh Transjakarta. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Diam-diam Indonesia punya tiga pabrik yang mampu memproduksi bus listrik di dalam negeri. Kapasitasnya memang belum besar, sekitar seribuan unit per tahun. Salah satu pabrikan ternyata didirikan oleh Moeldoko, Kepala Staf Presiden (KSP) yang kini sedang jadi buah bibir.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier mengatakan Indonesia sudah membangun transformasi industri bus, menjadi bus listrik. Ada tiga pelaku industri yang sudah siap memproduksi dengan kapasitas 1.200 per tahun.

"Saat ini ada tiga industri yang siap berproduksi dengan kapasitas 1.200 per tahun, di antaranya PT Mobil Anak Bangsa (MAB) yang diinisiasi Pak Moeldoko, PT Inka, dan PT Kendaraan Listrik Indonesia (KLI)," katanya dalam acara Busworld Southeast Asia, Selasa (2/2/2021).


Dia menjelaskan dari ketiga produsen itu sudah menggunakan teknologi penggerak ECE, hybrid, plugin hybrid, fuel cell, yang juga sudah ada dalam peta jalan Kementerian Perindustrian. Pemerintah juga serius membangun jaringan charging station untuk kendaraan listrik juga pabrik baterai yang akan dibangun pada tahun ini.

Potensi Bus Listrik 

Taufiek mengatakan jika di bandingan dengan China, penjualan bus 2020 lalu sebanyak 437.400 unit diantaranya 74.400 nit atau 17% adalah bus listrik. Sisanya penjualan bus besar 58 ribu, 45 ribu bus sedang dan bus kecil 334 ribu.

"Yang menarik bus fuel cell juga dipakai di China itu sebanyak 926 unit. Beberapa studi menyatakan pertumbuhan bus dunia meningkat rata-rata 7 % per tahun, 2020 mampu menghasilkan US$ 45 miliar. Potensi ini terus tumbuh di tahun mendatang," katanya.

Sementara potret kendaraan niaga (bus, pick up, truk) dalam negeri masih ada ceruk bisnis menarik, menurut Taufiek. Dia melihat ada dari program pengadaan transportasi umum dalam negeri, pariwisata, serta program peremajaan bus yang sudah berusia 25 tahun.

Dari data Gaikindo total penjualan kendaraan niaga tahun 2020 sebanyak 135.384 unit, turun hampir separuhnya 232. 751 unit dari tahun sebelumnya. Penurunan penjualan akibat dari pandemic Covid-19 yang mulai terjadi di 2020.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Dorong Kendaraan Listrik, LIPI Mau Bikin Bus Listrik Sedang


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading