Dorong Kendaraan Listrik, LIPI Mau Bikin Bus Listrik Sedang

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
01 December 2020 14:43
Uji coba bus listrik rute Balai Kota-Blok M, Jakarta, Senin 6/7/2020. Uji coba bus listrik itu bisa mengangkut penumpang mulai hari ini. Uji coba bus listrik Transjakarta berlangsung hingga tiga bulan ke depan. Untuk layanan EV1, Transjakarta untuk awalnya mengoperasikan dua unit armada BYD. Layanan ini akan beroperasi setiap hari, mulai pukul 10.00-20.00 WIB. Bus listrik ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 250 km sebelum baterainya harus diisi ulang. Durasi pengecasan kurang dari 4 jam setiap harinya. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam jangka waktu lima tahun bakal menjadi koordinator dalam pengembangan kendaraan listrik, terhitung sejak 2020-2024 mendatang.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala LIPI Laksana Tri Handoko dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI yang digelar Senin, (30/11/2020) kemarin.


Dia mengatakan, target utama yang bakal dikejar oleh LIPI yakni pada 2024 Indonesia bisa menguasai teknologi bus listrik ukuran sedang.

"Terkait dengan kendaraan listrik dan baterai, LIPI menjadi koordinator untuk kendaraan listrik dan baterai, untuk lima tahun ini mulai 2020-2024," ungkapnya kepada anggota Komisi VII DPR RI, Senin (30/11/2020).

Selain itu, pihaknya juga ingin mengembangkan kendaraan listrik otonom alias tidak membutuhkan pengemudi. Namun kendaraan ini hanya digunakan di kawasan tertutup dan tidak untuk dibawa ke jalan raya dengan penumpang hanya satu sampai dua orang.

"Tidak perlu ada pengemudi, sehingga diperlukan kontrol cerdas dan sistem cerdas," jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dalam mengembangkan kendaraan listrik harus ditetapkan terlebih dahulu tujuan, ukuran, dan lainnya. Setelah itu, baru bisa mundur untuk mengembangkan baterainya, pengisian baterainya, dan juga sistem kontrolnya.

"Kami melihat kalau langsung ke bus ukuran sedang atau besar masih terlalu jauh, sehingga kami menetapkan untuk target antara tahun depan itu adalah otonomi dan personal mobil EV (kendaraan listrik) yang nanti bisa dipakai misalnya di Kebun Raya, di kawasan perkantoran dan sebagainya, bukan di jalan umum," tuturnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

PLN: Charging Mobil Listrik Malam Hari, Dapat Diskon 30%!


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading