Cek, Sederet Kebijakan yang Dikeluarkan Penggawa Ekonomi RI

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
02 February 2021 10:12
Menteri keuangan Sri Mulyani saat konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan. (tangkapan Layar Youtube Kemenkeu RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) membentuk paket kebijakan terpadu untuk meningkatkan pembiayaan dunia usaha. Dengan peningkatan pembiayaan ini diharapkan dunia usaha bisa tetap bertahan dan berekspansi di tengah pandemi Covid-19.

Menteri Keuangan sekaligus Ketua KSSK Sri Mulyani Indrawati, menjelaskan pembiayaan dunia usaha dilakukan, dengan harapan sektor keuangan bisa pulih, sehingga pada akhirnya pemulihan ekonomi bisa berlangsung dengan cepat.

"Jadi sudah makroprudensial, dikeroyok fiskal, restrukturisasi terstruktur, kami masih memantiknya lagi dengan jamu penguat yakni jaminan. Kita sudah lihat detail dengan 25 asosiasi yang diajak bicara untuk melihat kebutuhannya dan apa yang akan kami kalibrasi terus," jelas Sri Mulyani saat konferensi pers, Senin (1/2/2021).

Paket kebijakan terpadu untuk peningkatan pembiayaan dunia usaha mencakup kebijakan insentif fiskal dan dukungan belanja pemerintah, kebijakan moneter, makroprudensial, pembiayaan. Serta kebijakan prudensial sektor keuangan, kebijakan penjaminan simpanan, serta kebijakan penguatan struktural.

Kebijakan terpadu tersebut juga sekaligus perhatian KSSK untuk mencegah terjadinya credit crunch. Pasalnya, saat ini pertumbuhan ekonomi masih ditopang dengan kebijakan fiskal dan moneter, dan belum diterjemahkan dari sektor keuangan.

"Yang memang dari perbankan harus melakukan restrukturisasi dan di sisi lain hati-hati menyalurkan kredit yang baru. Ini yang disebut credit crunch. [...] Agar pertumbuhan ekonomi bisa berjalan penuh, maka sektor keuangan harus dipulihkan kegiatannya," jelas Sri Mulyani.

Sebagai gambaran, credit crunch adalah keengganan perbankan menyalurkan kredit karena tidak ada permintaan. Jika dipaksa memberikan kredit, kemungkinan akan berdampak pada kredit macet dan memunculkan masalah likuiditas.

Kebijakan terpadu tersebut dibuat, kata Sri Mulyani sebagai antisipasi di tengah ketidakpastian yang masih cukup tinggi akibat naiknya kasus penularan virus corona atau Covid-19. Oleh karena itu, kebijakan insentif pada sektor usaha yang tertentu akan diteruskan pada tahun ini untuk meyakinkan dan menjamin momentum pemulihan tetap terjaga.

Halaman Selanjutnya >> Skema Kebijakan Terpadu KSSK


Kebijakan dari KSSK
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading