Terungkap! Penyebab Dokter Palembang Wafat Usai Divaksinasi

News - Muhammad Iqbal, CNBC Indonesia
24 January 2021 20:00
Petugas kesehatan menyuntikan vaksin Covid-19 Sinovac ke tenaga kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kebayoran Lama, Jumat (15/1/2021). Vaksinasi kepada para tenaga kesehatan tersebut sebagai upaya penanggulangan pandami Covid-19. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Polemik kematian seorang dokter asal Palembang berinisial JF (49) yang meninggal setelah divaksinasi Covid-19 terjawab. Sang dokter dipastikan meninggal karena serangan jantung. Hal itu diketahui dari pemeriksaan forensik di RS Mohammad Hasan Bhayangkara Palembang.

Awalnya jasad JF ditemukan di dalam mobil yang terparkir di sebuah mini market, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (22/1/2021) malam. Penemuan jenazah JF bermula dari kecurigaan pegawai mini market karena mobil tersebut terparkir sejak pagi hingga pukul 23.00. Saat pegawai mengecek isi mobil dengan mengintip kaca, JF sudah dalam kondisi meninggal.

Pegawai mini market melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian yang segera melakukan olah tempat kejadian perkara. Jenazah JF dibawa ke Instalasi Foreksi RS Mohammad Hasan Bhayangkara Palembang untuk keperluan visum dan mengetahui penyebab kematian.

Dokter forensik RS M Hasan Bhayangkara Palembang Indra Nasution mengatakan dokter tersebut sudah meninggal sejak Jumat (22/1/2021) pagi. Hal tersebut diketahui dari otot jenazah yang belum kaku.



Tim forensik pun menemukan bintik pendarahan yang disebabkan kekurangan oksigen di daerah mata, wajah, tangan, dan dada. Temuan itu menyimpulkan dugaan penyebab kematiannya.

"Diduga meninggal karena sakit jantung. Benar berdasarkan laporan yang bersangkutan baru saja divaksin, namun vaksin tidak ada hubungan dengan penyebab kematian. Jika akibat vaksin, pasti reaksinya lebih cepat dan matinya juga lebih cepat karena disuntikkan," ujar Indra.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Palembang Yudhi Setiawan mengatakan, JF menerima suntikan vaksin Covid-19 Sinovac pada Kamis (21/1/2021) atau sehari sebelum ditemukan tewas. Pada 30 menit usai divaksinasi, korban tidak menunjukkan reaksi apa-apa dan dipastikan aman.

"Penyebab kematian dokter JF bukan akibat vaksin, tapi sakit jantung sesuai hasil pemeriksaan forensik. Kami imbau tenaga kesehatan tidak takut divaksin," ujar Yudi.

Berita selengkapnya >>> Klik di sini



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading