Sosok Dirut Batik Air yang Wafat: Pilot Pertama di Lion Air

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
24 January 2021 17:30
Dirut Batik Air Achmad Luthfie/Dok Batik Air

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama Batik Air Capt. Achmad Luthfie meninggal pada Sabtu (23/1/2021) pukul 21.08 di salah satu rumah sakit di Tangerang, Banten. Achmad dikenal sebagai pemimpin yang mumpuni.

Corporate Communication Strategic of Batik Air Danang Mandala Prihantoro menjelaskan, secara kepemimpinan beliau terkenal dengan supel, luwes, dinamis, dan selalu mengevaluasi dan melihat step by step dari proses bisnis.

"Beliau juga tangguh ulet dan bekerja keras selama memimpin Batik Air," katanya kepada CNBC Indonesia, Minggu (24/1/2021).

Danang menjelaskan, Achmad merupakan sosok awak kokpit pesawat yang pertama menerbangkan pesawat Lion Air hingga menduduki posisi strategis sejak Batik Air berdiri di Mei 2013.

Di bawah kepemimpinan Achmad, waktu itu perseroan hanya mengoperasikan satu Boeing 737-900ER. Kini Batik air sudah memiliki 44 Airbus 320-200 CEO, enam Boeing 737-900ER, 25 Boeing 737-800NG serta satu Airbus 320-200 NEO.

"Pengoperasian pesawat generasi terbaru menjadi bagian keseriusan Batik Air, yang diharapkan meningkatkan kualitas pelayanan," katanya.



Danang bercerita rute Batik Air pada waktu itu dimulai dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) ke Manado melalui Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Sulawesi Utara. Hingga saat ini Batik telah memperluas jaringan dari 45 kota tujuan domestik maupun Internasional.

Selain itu, Batik Air juga memperoleh Operational Safety Audit (IOSA) dari International Air Transport Association (IATA) ketiga kalinya saat Batik Air di bawah komando Achmad Luthfie.

Danang menjelaskan awal pandemi Covid-19, Batik Air juga ditunjuk mengambil andil dalam misi kemanusiaan saat kepemimpinan Achmad. Maskapai memulangkan 270 warga negara Indonesia dari Wuhan, kota yang disebut sebagai cikal bakal virus corona baru penyebab Covid -19.

"Batik Air masih membawa visi dan misi beliau, untuk menjadi premium service airlines, komitmen membawa nama Indonesia melalui Batik Air semakin mendunia. Diwujudkan dari rute-ute baru yang ada saat ini, frekuensi penerbangan Batik Air mencapai lebih dari 350 per hari dengan rata-rata tingkat ketepatan waktu 92,63%," katanya.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading